Fesyar 2025: Sinergi dan Transformasi Sumber Daya Manusia sebagai Kunci Kebangkitan Ekonomi Syariah
SURABAYA : (KABARAKTUALITA.COM) – Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2025, yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, menjadi sorotan utama dalam upaya akselerasi visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan para pemangku kepentingan lainnya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mewujudkan ambisi ini.
Gubernur Khofifah menyoroti tantangan mendasar dalam sektor perbankan syariah: kurangnya tenaga ahli yang memiliki pemahaman mendalam tentang ekonomi syariah.
Khofifah berpendapat bahwa kemajuan pesat yang diharapkan tidak akan tercapai jika perbankan syariah hanya mengadopsi “label” syariah tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.
“Perbankan syariah harus dikelola oleh individu yang benar-benar memahami prinsip-prinsip syariah yang substantif, bukan sekadar “konten dengan cover syariah,” kata Gubernur Jatim Khofifah dalam sambutannya pada pembukaan Fesyar 2025 di Masjid Agung Al – Akbar, Surabaya, Jumat (12/9)
Menurutnya, investasi tidak hanya harus fokus pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan pendidikan para praktisi di bidang ini.
Oleh sebab itu, Khofifah berharap melalui forum-forum seperti Fesyar dan kolaborasi dengan akademisi, Indonesia dapat menghasilkan SDM yang mumpuni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah secara berkelanjutan.
Sementara menurut Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Fesyar 2025 adalah wadah tahunan yang bertujuan untuk menggerakkan dan mengembangkan aktivitas ekonomi syariah.
Hartono menegaskan, meski di tengah ketidakpastian ekonomi global, ekonomi syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan baru yang intensif dan berkelanjutan.
Dengan kontribusi perekonomian Jawa yang mencapai lebih dari 50% dari total perekonomian nasional, Fesyar di kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi katalisator, tetapi juga mendorong pertumbuhan inklusif yang lebih seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.
Ditempat yang sama Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor, menyampaikan apresiasinya terhadap peran Bank Indonesia sebagai pionir dan penggerak utama ekonomi syariah. Sebagai mitra strategis, DPR RI berkomitmen untuk mendukung penuh inisiatif Bank Indonesia.
Thoriq berharap Fesyar tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi menjadi titik awal kebangkitan ekonomi syariah Indonesia.
“Inisiatif ini harus berdampak nyata dalam membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi para pelaku UMKM dan masyarakat yang sangat membutuhkan pekerjaan di Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (dji)




