Politik

Gelar Reses, Anggota DPRD Surabaya   Buchori Imron Fokuskan Sarana dan Prasarana Bagi Warga Kelurahan Sidotopo Wetan 

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Anggota DPRD Kota Surabaya, H. Buchori Imron, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menggelar Reses atau Jaring Aspirasi Masyarakat di RW 09, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, beberapa waktu lalu, Senin, 17 Februari 2025 , Malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat, termasuk KSH, PKK, Karang Taruna, serta pengurus RT 01 hingga RT 11 setempat. Reses kali ini menjadi pertemuan penting bagi H. Buchori untuk menyampaikan usulan atau keluhan warga terkait Sarana dan Prasarana.

Dalam kesempatan itu, H. Buchori menyampaikan, bahwa fokus utama reses ini adalah perbaikan dan penguatan infrastruktur di lingkungan masyarakat, yang menjadi kebutuhan mendesak.

Beberapa usulan warga antara lain adalah penambahan dua titik lampu PJU untuk penerangan di Balai RW 09 serta perbaikan pavingisasi di dua gang yang belum selesai pengerjaannya, yakni Kawasan RW-09 Gang Empat (RT-04) dan Gang Enam (RT-06), Kelurahan Sidotopo Wetan.

Menanggapi keluhan warga, Legislator PPP itu mengungkapkan, pavingisasi di Gang Empat telah dilaksanakan di sisi barat, namun bagian timur masih belum terselesaikan. Ia berjanji untuk terus mendorong agar perbaikan tersebut segera terealisasi, dengan mengusulkan anggaran melalui Dinas terkait dan Dana Kelurahan.

“Kami berharap, tahun ini masalah PJU dan pavingisasi ini bisa selesai,” kata Buchori, yang juga duduk di Komisi C DPRD Kota Surabaya, yang membidangi pembangunan,” ujar H.Buchori.

Tak hanya itu, H.Buchori juga meminta agar semua sarana dan fasilitas warga harus mendukung, sehingga kegiatan apapun dapat berjalan dengan nyaman

“Balai RW harus terang dan layak, karena merupakan pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Balai RW merupakan tempat penting untuk pertemuan dan kegiatan sosial warga, sehingga kondisi yang memadai sangat diperlukan.

Sementara itu, Buchori menyoroti wilayah yang tidak memiliki balai RW, seperti Kembang Jepun, RW 1 dan RW 2, yang terkendala masalah lahan.

Oleh karena itu, ia akan mengusulkan solusi inovatif kepada Pemerintah Kota Surabaya, agar pembangunan di balai RW dapat digunakan dengan sebuah kontainer, sebab dengan kontainer itu sangat efisensi dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.

“Kita tidak boleh membiarkan ada RW yang tidak memiliki balai atau tempat pertemuan. Ini sangat penting untuk keberlangsungan kegiatan sosial masyarakat,” tandas H.Buchori.

H. Buchori juga mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pembangunan tanah aset di kawasan tersebut, dengan hampir 100 sertifikat tanah yang telah diterbitkan, memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh legalitas atas tanah yang mereka tempati dengan sistem pemutihan.

Sebagai penutup, Buchori mengingatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah kota dan masyarakat dalam mendorong program pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

“InsyaAllah usulan warga akan kami sampaikan dalam pembahasan di dewan, agar Pemerintah Kota Surabaya segera menindaklanjuti berbagai usulan yang telah disampaikan demi meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat Surabaya,” pungkasnya. ( * )

Related Articles

Back to top button