Ini Langkah BI Jatim Menginisiasi Pembentukan Wartek Inflasi
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk mengantisipasi pergerakan harga beras yang melambung.Kali ini, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) yang bersinergi bersama Pemerintah kota Surabaya menginisiasi pembentukan Warung Tekan ( Wartek ) Inflasi.
Hal tersebut diungkapkan Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rizki Ernadi Wimanda,bahwa keberadaan Wartek Inflasi tersebut adalah menyediakan kebutuhan bahan pokok,terutama yang berkaitan dengan inflasi Volatile Food .
BACA JUGA :Jelang Libur Nataru ,KAI Daop 8 Surabaya Luncurkan Promo Tiket KA 12.12
” Tahun ini beras, kemudian nanti akan ada cabe dan bawang merah,” kata Rizki Ernadi Wimanda ditemui usai acara Bincang Bareng Media,Selasa ( 12/12/2023 ) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Jatim,
Rizki juga menyebutkan, bahwa di setiap menjelang akhir tahun,inflasi Volatile Food selalu meningkat Hal tersebut disebabkan adanya masa tanam atau juga lantaran dimannya akhir tahun ini memang meningkat .
Oleh karena itu,ungkap Rizki, dengan kehadiran Wartek Inflasi ini adalah untuk menyediakan bahan pokok,terutama kebutuhan bahan pokok seperti Beras yang dirasa untuk keperluan Masyarakat dengan mengakses harga yang lebih murah.
BACA JUGA : 5.000 Peserta Lari Ramaikan Event PLN Bertajuk PLN Electric Run 2023
Terlebih kata Rizki,kedepan tidak hanya kebutuhan beras saja.Namun, kebutuhan lain seperti Minyak Goreng, Gula, dan juga produk – produk lain seperti produk Hortikultural akan difasilitasi.
Ia membeberkan,dari pantauan Badan Pusat Statistik ( BPS ) Jawa Timur keberadaan Wartek Inflasi yang merupahkan pengendalian harga kebutuhan pokok saat ini sudah terdapat di 5 pasar di kota Surabaya.Namun yang baru beroperasi masih ada 4 Pasar yakni pasar Wonokromo, pasar Tambahrejo, pasar Genteng, dan pasar Puncang Anom.Sedabgkan untuk pasar Soponyono masih belum beroperasi.
Rizki menegaskan, dengan kehadiran Wartek Inflasi di kota Surabaya ini,diharapkan kedepannya dapat menjadi pilot projec bagi kota – kota lain di Jawa Timur.
” Kami harapkan dari delapan ( 8 ) kota yang baru disurvei oleh BPS dapat meniru kota Surabaya,sehingga nantinya inflasinya dapat terkendali,” pintah Rizki.
Rizki juga menjabarkan,dari delapan (8) kota yang akan membentuk Warung Tekan Inflasi ini,selain Surabaya ada kota Malang ,Mojokerto, Kediri, Sumenep, Probolinggo, Banyuwangi, dan Madiun.( dji ).




