Jalur Kalibodri-Kaliwungu Terendam Banjir, Kedatangan 8 Kereta Api di Daop 8 Surabaya Terlambat

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA COM ) – Perjalanan sejumlah kereta api (KA) menuju wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan signifikan pada Jumat, 16 Januari 2026.
Hal ini menyusul adanya gangguan operasional akibat luapan air yang merendam jalur kereta api di KM 20+7/8 Jalur Hulu, tepatnya di antara Stasiun Kalibodri dan Stasiun Kaliwungu.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang.
Ia mengonfirmasi bahwa banjir di wilayah tersebut menghambat kelancaran arus lalu lintas kereta api menuju Surabaya dan Malang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan ini. Banjir di titik tersebut berdampak langsung pada keterlambatan kedatangan KA di wilayah Daop 8 Surabaya,” ungkap Mahendro dalam keterangan resminya, Jumat, 16 Januari 2026.
Deretan daftar Kereta Api yang Terdampak
Hingga pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak delapan rangkaian kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Surabaya Pasarturi dan Stasiun Malang.
Berikut adalah rinciannya:
Kedatangan Stasiun Surabaya Pasarturi:
• KA Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturi)
• KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi)
• KA Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi)
• KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi)
• KA Argo Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasarturi)
• KA Pandalungan (Gambir – Surabaya Pasarturi – Jember)
Kedatangan Stasiun Malang:
• KA Majapahit (Pasar Senen – Malang)
• KA Jayabaya (Pasar Senen – Malang)
Menurut Mahendro, selain keterlambatan kedatangan, satu jadwal keberangkatan juga terdampak, yakni KA Ambarawa Ekspress relasi Surabaya Pasarturi – Semarang Poncol.
Kompensasi dan Service Recovery
Sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlambatan ini, PT KAI Daop 8 Surabaya telah mendistribusikan service recovery kepada para penumpang terdampak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ia menambahkan, pemberian kompensasi ini berupa makanan dan minuman ringan hingga berat, tergantung durasi keterlambatan masing-masing kereta.
“KAI berkomitmen untuk terus mengupayakan normalisasi jalur dan memastikan keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Mahendro.
Petugas teknis di lapangan saat ini terus melakukan pemantauan dan upaya perbaikan di lokasi luapan air agar jadwal perjalanan dapat segera kembali normal. (dji)




