KPPU dan Komdigi Dorong Ekosistem Persaingan Sehat Demi Keberlanjutan Media di Jatim
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem persaingan usaha yang sehat untuk menjamin keberlanjutan dan inovasi industri media di tengah gempuran teknologi digital.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Tingkat Resiliensi Media dan Partisipasi Publik dalam Menilai Media yang digelar Direktorat Ekosistem Media Komdigi di Surabaya, Rabu, 23 September 2026.
Plt. Kepala KPPU Surabaya, Dyah Paramita, mengatakan, disrupsi digital tidak hanya mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, tetapi juga mentransformasi model bisnis serta dinamika persaingan di industri media.
Menurutnya, persaingan yang sehat menjadi kunci utama agar pelaku industri memiliki ruang untuk terus beradaptasi.
“Yang perlu dijaga adalah bagaimana ekosistem ini tetap sehat sehingga pelaku usaha dapat terus berinovasi. Industri media yang sehat juga berdampak langsung pada tersedianya pilihan informasi yang beragam dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Dyah dalam keterangan resminya.
Ketua Tim Kerja Kebijakan Ekosistem Media Komdigi, Dewi Susilorini Kusumoningrum, menjelaskan, FGD ini bertujuan memetakan kondisi nyata serta tantangan ekosistem media di tingkat daerah.
Masukan langsung dari para pemangku kepentingan dinilai krusial mengingat karakteristik industri media bervariasi antarwilayah.
Dipandu oleh akademisi sekaligus jurnalis senior Abie Besman, diskusi tersebut membedah sejumlah isu penting, mulai dari persaingan dengan platform digital, perubahan model bisnis, penurunan kualitas jurnalistik, hingga strategi menjaga kepercayaan publik.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, Yatimul Ainun, menambahkan, adaptasi teknologi tanpa mengorbankan kualitas jurnalisme. Senada dengan itu, Komisioner KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, mengingatkan lembaga penyiaran agar responsif terhadap perubahan perilaku penonton dalam mengakses informasi.
Selain aspek bisnis, forum ini juga menggarisbawahi peran aktif publik dalam menilai media. Di era digital, masyarakat tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif, melainkan berhak memberikan kritik dan masukan terhadap kualitas pemberitaan.
FGD ini dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, termasuk perwakilan JTV, Jawa Pos, Radio Suara Surabaya, Project Arek, AMSI Jawa Timur, ATVLI Jawa Timur, KPPU Surabaya, dan Diskominfo Jawa Timur. Seluruh aspirasi dari forum ini akan dihimpun Komdigi sebagai bahan rumusan kebijakan dan pemetaan keberlanjutan industri media nasional. (dji)




