Umum

Ludruk Angling Dharma Lakon Pendekar Lor Kali Disambut Antusias Warga

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Pagelaran Ludruk Angling Dharma berjudul ” Pendekar Lor Kali ” ( Sarip Tambak Oso ) disambut antusias oleh sejumlah penonton yang hadir di Gedung Cak Durasim,Jumat ( 8/9/2023 ).

Tak ayal, ratusan penonton dari mulai kalangan Anak Muda,Orang Dewasa, hingga Akademis merasa puas dengan penampilan Ludruk asal Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Suyanto, salah seorang Penulis sekaligus Sutradara dari Lakon Pendekar Lor Kali ( Sarip Tambak Oso ).bahwa cerita sosok sang pendekar Sarip Tambak Oso yang ditampilkan ini,sangat berbeda dengan cerita – cerita Sarip sebelumnya.

Baca juga : Ludruk Angling Dharma Dengan Lakon Sarip Tambak Oso Bakal Tampil di Gedung Cak Durasim Malam Ini

” Kami mencoba membedah, kalau yang biasanya cerita Sarip lumrahnya kan hanya begitu – begitu saja.Meskipun dimainkan dengan Ludruk manapun,” kata Suyanto ditemui usai pementasan Ludruk Lakon Pendekar Lor Kali,Jumat ( 8/9/2023 ).

Oleh karena itu,kata Suyanto, pada pagelaran Ludruk Sarip Tambak Oso yang digelar malam ini,Pihaknya mencoba mengkupas keterangan sejarah dari Sarip sang Pendekar Kali Lor.

” Ini harus dibedah, dari latar belakang Sarip mulai dimasa muda, masa kecil seperti apa,dan masih bayi bagaimana,” terangnya.

Baca juga : Dorong Dunia Perwasitan,UNESA Bersama PSSI Tandatangani Kerjasama MOU

Tak hanya itu,kata Pria Kelahiran Madiun,Pihaknya juga membedah kesaktian dari Pendekar Sarip kepada masyarakat, yakni saat Ibunya menjerit ketika Sarip mati di tangan musuhnya.

” Alasannya mungkin dari lemah bang yang menjadi salah satu frekuensi Ibu dan Anak, dikarenakan Lemah Bang merupahkan jimat, juga tali pusar, geteh ( darah ),dan Ari – Ari,serta ketuban ini adalah sebagai kebaktian anak dan ibu tak akan terputus.Sebab tiada ganti seorang ibu terhadap anak,” beber Suyanto.

Sementara disisi lain tentang cerita Sarip Tambak Oso, berdasarkan salah satu Meseum Ledden,atau dokumen dari Peta Sidoarjo Tahun 1830, tahun 1884,dan Tahun 1925 hingga sekarang.Bahwa cerita yang benar adalah Pendekar Lor Kali ( Sarip Tambak Oso ),dan Pendekar Kidul Kali ( Paidi ).Namun, banyak cerita Sarip Tambak Oso yang menyebutkan pendekar Wetan Kali dan Kulon Kali.

” Mana ada cerita seperti itu,Sebab sungai Porong itu membujurnya ke arah timur dan barat,kalau ada pendekar Wetan kali dan Kulon Kali itu artinya pendekarnya kecebur kali kabe ( pendekarnya masuk sungai semua ),” ungkap Suyanto. ( dji ).

Insert poto bawah : Suyanto ( Penulis dan Sutradara Lakon Pendekar Lor Kali ).

Related Articles

Back to top button