Dinsos Jatim Serahkan Bantuan Paket Sembako Pada Anak Dalam Keluarga Korban Covid -19 di Malang

MALANG : ( KABARAKTUALITA.COM ) — Usai melaunching Program Layanan Dukungan Psikososial bagi anak dalam keluarga korban Covid -19 di Kota Malang tepatnya di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Kota Malang.
Kadinsos Provinsi Jawa Timur, Drs. Alwi mengatakan, Kegiatan ini adalah menindaklanjuti arahan dari Gubernur Jawa Timur, bahwa kondisi Pandemi di saat ini tidak sedikit keluarga yang kehilangan figur utama dalam keluarga, apakah itu kedua – duanya ataupun salah satunya.
” Kita harus hadir untuk melihat mereka ( anak korban Covid -19 ) bagaimana keadaan kondisi psikologis mereka,apalagi anak – anak masih dalam usia sekolah.Bahkan ada anak – anak yang masih berumur dibawah lima tahun,” kata Alwi ditemui usai acara penyerahan paket sembako bagi anak keluarga korban Covid -19, Jumat ( 6/8/2021 ).
” Jadi kita juga .memantau bagaimana Psikologis mereka dan juga psikososialnya seperti apa, anak – anak harus tetap sekolah jangan sampai berhenti.Selain itu, mereka juga harus terpenuhi kebutuhannya,” imbuh Alwi.
Oleh sebab itu.Lanjut Alwi, Gubernur Jawa timur memerintahkan Dinas Sosial Pemrov Jatim untuk kerja sama dengan Kabupaten ataupun kota untuk mendata anak – anak yang menjadi bagian dari kehilangan keluarga korban Covid -19.
” Di Malang ini kami berkoordinasi dengan UPC Dinsos Dinsos malang untuk mendata jumlah anak – anak dan mereka dari status sosial seperti apa.Untuk itu, kita mendatangi mereka untuk mengulurkan bantuan, karena mereka adalah bagian dari kita dan bersama mereka,” terang Alwi.
Diungkapkan Alwi, untuk sementara ini kita telah merangkul sedikitnya 25 anak keluarga korban Covid -19.
” Nanti ini akan berkelanjutan, namun nanti caranya saja yang berbeda, kalau hari ini anak – anak untuk dihadirkan, tapi untuk hari selanjutnya kita yang mendatangi mereka dan kita potret seperti apa kondisinya,” tandas Alwi.
Dia menambahkan, bahwa Pihaknya memiliki UPT dan bekerjasama dengan LKS dan Panti – Panti untuk selalu berkoodinasi.
” Nanti akan kami komunikasikan, kalau nantinya panti masih mencukupi, mereka akan ditempatkan di panti agar mereka dapat melanjtkan jenjang sekolah,” ungkapnya.
Terlebih menurut Alwi, Jika UPTD Dinsos tersebut tidak mencukupi Pihaknya akan menggandeng LKS atau panti – panti lainnya.
” Kami akan bekerjasama dengan panti Muhammadiyah, panti NU agar bisa menampung mereka supaya.bisa sekolah dan jangan sampai teelantar.Hal ini sesuai aturan pemerintah untuk wajib belajar 12 tahun,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinsos Kota Malang Peni menambahkan, bahwa untuk data yang terkumpul 47 anak, namun sementara yang kita usulkan 25 anak. Tapi Pihaknya tetap berkelanjutan untuk mendata anak – anak keluarga korban Covid. ( dji )




