Ekbis

OJK : Stabilitas Industri Jasa Keuangan Jatim pada Juni 2023 Tetap Resilien

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 (OJK KR 4) Jawa Timur menegaskan stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Jawa Timur sampai dengan Juni 2023 tetap resilien.Hal tersebut didukung oleh adanya permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga serta kinerja intermediasi yang meningkat di tengah berlanjutnya divergensi pemulihan perekonomian global.

Seperti yang diungkapkan, Kepala OJK KR4 Jatim, Giri Tribroto. Bahwa kredit perbankan pada posisi Juni 2023 tumbuh 5,85 persen (yoy) menjadi sebesar Rp553 triliun dengan pertumbuhan tertinggi pada kredit investasi sebesar 9,21 persen yoy.

Baca juga : Tingkatkan Efisiensi Transaksi QRIS di Sektor Transportasi,Bank Indonesia Bersinergi Bersama Dinas Perhubungan Jatim dan Kota 

Ia membeberkan, secara tahunan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) melambat menjadi sebesar 3,33 persen atau menjadi sebesar Rp728 triliun dengan pertumbuhan tertinggi pada deposito sebesar 7,04 persen. Hal tersebut mengakibatkan LDR/FDR di Jawa Timur pada posisi Juni 2023 menjadi sebesar 76,02 persen.

“OJK mendorong kinerja intermediasi dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan atau kredit dan terjaganya likuiditas,” beber Giri Tribroto.

Menurutnya, Likuiditas industri perbankan pada Juni 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 140,35 persen dan 28,37 persen, atau tetap jauh di atas treshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Baca juga : Peringati HUT RI ke -78, PLN Jatim Siagakan 4.233 Personel Sekaligus Amankan Pasokan Listrik

Sedangkan pada kualitas kredit, masih Giri, tetap terjaga dengan rasio NPL net perbankan stabil di level 1,34 persen dan NPL gross sebesar 3,52 persen. Sedangkan, pemulihan yang terus berlanjut di sektor riil mendorong penurunan kredit restrukturisasi Covid-19 menjadi Rp30,56 triliun dengan jumlah nasabah menjadi 167.127 nasabah.

“ Adapun jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted (segmen, sektor, industri dan daerah tertentu yang memerlukan periode restrukturisasi kredit/pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024) adalah 58,48 persen dari total porsi kredit restrukturisasi Covid-19 atau sebesar Rp17,87 triliun,” tandas Giri.

Ia pun menegaskan, untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin timbul ke depan, kondisi industri perbankan tercatat cukup resillien dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 30,03 persen.

Sejalan dengan penguatan pasar keuangan global, imbuh Giri , jumlah investor saham meningkat menjadi 638.976 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 20,60 persen (yoy), investor SBN meningkat menjadi 123.524 SID atau tumbuh 25,78 persen (yoy), dan investor reksadana meningkat menjadi 1.390.043 SID atau tumbuh 23,87 persen (yoy).

“ Pada bulan Juni 2023, nilai transaksi saham di Jawa timur sebesar Rp18.018 miliar menurun 45,03 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Namun jumlah kepemilikan saham tercatat sebesar Rp92.459 miliar atau meningkat 0,52 persen (yoy),” ujarnya.

Terlebih kata Giri, untuk transaksi reksadana menjadi sebesar Rp532 miliar atau terkontraksi 1,28 persen namun jumlah nasabah mengalami peningkatan.

Ia menambahkan, untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM hingga Juni 2023, di Jawa Timur telah terdapat 1 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK, 25 UMKM Penerbit, 7.946 Investor dengan jumlah penghimpunan dana mencapai Rp35 miliar. ( * ).

Related Articles

Back to top button