Operasional TPK Kupang Kembali Normal, Pelindo Siapkan Penambahan Alat Modern

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Aktivitas arus logistik di Terminal Peti Kemas (TPK) Kupang dipastikan telah kembali pulih sepenuhnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 22 Januari 2026, antrean truk pengangkut peti kemas yang sebelumnya sempat mengular kini telah terurai, baik untuk layanan receiving (masuk terminal) maupun delivery (keluar terminal).
Terminal Head TPK Kupang, Andhik Kristianto, menyampaikan aktivitas bongkar muat di area lapangan penumpukan sudah berjalan stabil.
Pemulihan ini didukung oleh optimalnya kesiapan alat berat yang menjadi tulang punggung operasional terminal.
“Layanan sudah normal sejak 15 Januari lalu. Saat ini, empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG) crane dan dua unit reach stacker (RS) beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan di lapangan penumpukan,” kata Andhik dalam keterangan resminya, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurutnya, dengan melakukan perombakan pada pengaturan operasional tersebut, untuk mencakup penguatan kesiapan operator, perencanaan bongkar muat kapal yang lebih presisi, hingga sinkronisasi alur keluar-masuk peti kemas.
Manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas juga mengungkapkan, komitmen jangka panjang untuk menjaga stabilitas layanan di gerbang logistik Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Sebagai langkah antisipasi pertumbuhan arus logistik, perseroan berencana menambah unit RTG crane baru pada periode 2026–2027.
“TPK Kupang beroperasi 24 jam non-stop, tujuh hari seminggu. Kami memohon maaf atas kendala operasional yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dan terus berupaya memberikan layanan terbaik,” ungkap Andhik.
Perubahan signifikan dirasakan langsung oleh para pengemudi truk peti kemas. Victor Kebo, salah satu pengemudi, menceritakan pengalamannya saat puncak kendala terjadi pada 7 Januari lalu, di mana ia harus mengantre hingga sembilan jam untuk mendapatkan muatan.
“Sekarang kondisi sudah jauh membaik, tidak ada lagi antrean ekstrem. Harapan kami kendala peralatan tidak terulang lagi agar kami bisa bekerja dengan nyaman,” tandasnya.
Senada dengan Victor, pengemudi lain bernama James Phila Ndilu memberikan apresiasi terhadap kecepatan petugas di lapangan. Ia mencatat efisiensi waktu yang sangat kontras dibandingkan saat masa kendala.
“Dulu saya pernah menunggu dari jam satu siang sampai jam 11 malam. Sekarang, proses dari masuk pintu gerbang (gate in) hingga keluar membawa peti kemas (gate out) hanya butuh waktu sekitar 30 menit,” pungkas James. (dji)




