Outlook Ekonomi 2026: BI Optimis, Jatim Diproyeksi Tumbuh 5,5 Persen di Tengah Ketidakpastian Global
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2025 berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%, dengan prospek yang tetap kuat hingga tahun 2026.
Prediksi optimis ini disampaikan di tengah tingginya ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, M. Noor Nugroho, mengungkapkan pandangan tersebut dalam pemaparan bertema “Tangguh, Mandiri, Sinergi: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.”
Ia menekankan bahwa meskipun prospek perekonomian dunia cenderung melambat, fundamental ekonomi domestik, khususnya Jatim, tetap solid.
Kinerja ekonomi Jawa Timur tercatat sangat baik dan menjadi kontributor terbesar kedua secara nasional. Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi Jatim tumbuh kuat sebesar 5,22% (yoy). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata wilayah Jawa dan nasional.
“Kuatnya perekonomian Jawa Timur ditopang oleh kinerja solid dari konsumsi rumah tangga dan investasi,” kata Noor Nugroho dalam sambutannya,Jumat, 28 November 2025 di Surabaya.
Noor Nugroho menyebutkan, menjelang akhir tahun, pada triwulan IV, perekonomian Jatim juga diperkirakan tetap solid. Hal ini didukung oleh terjaganya permintaan domestik, yang tercermin dari optimisme konsumen, serta kuatnya permintaan eksternal dari negara-negara mitra dagang utama.
Di sisi inflasi, sambung Noor Nugroho, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim per Oktober 2025 berada di level 2,69% (yoy), dengan inflasi kumulatif tahun berjalan mencapai 1,98%.
”
Secara spasial, inflasi di seluruh kabupaten/kota di Jatim relatif terjaga dalam rentang target inflasi nasional 2,5%±1 persen,” tandasnya.
Meskipun demikian, Noor Nugroho mengingatkan bahwa potensi kenaikan inflasi menjelang akhir tahun tetap harus diwaspadai.
Sementara itu, untuk mengendalikan potensi tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jatim telah menyusun kerangka kerja yang mengacu pada program “Bakti Sosial” Gubernur Jatim. Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi terus mengintensifkan sinergi ke seluruh TPID di tingkat Kabupaten dan Kota melalui implementasi program 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Beberapa program nyata yang telah dilakukan hingga semester I 2025 meliputi:
• Pembangunan 583 Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIC) di 29 daerah.
• Penyelenggaraan lebih dari 2.200 Pasar Murah.
• Pembentukan 27 Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baru di tahun 2025, yang menambah total 20 KAD sebelumnya.
Dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, intermediasi perbankan di Jatim mencatatkan kinerja positif dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Pertumbuhan intermediasi ini didorong oleh sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia, yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Ke depannya, masih terdapat peluang dan ruang besar bagi perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi di seluruh wilayah Jawa Timur,” tambah Noor Nugroho.
Selain itu, Bank Indonesia terus bersinergi dengan mitra strategis untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Syariah.
“Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah Jawa (FESyar) 2025, yang diharapkan memperkuat sektor UMKM dan ekonomi syariah di Jatim,” pungkas Noor Nugroho. (dji)



