Ekbis

Pasca Merger, Laba Bersih XLSMART Melonjak 63 Persen Menjadi Rp.3 Triliun

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatatkan performa finansial yang mengesankan sepanjang tahun 2025.

Pasca-merger, emiten telekomunikasi ini berhasil membukukan laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) sebesar Rp.3,0 triliun, melonjak tajam 63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

Pencapaian solid ini didorong oleh total pendapatan perseroan yang menembus Rp.42,5 triliun, tumbuh 23% YoY. Pertumbuhan ini menegaskan keberhasilan fase awal integrasi entitas baru XLSMART di tengah dinamika industri yang kompetitif.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengungkapkan bahwa proses integrasi jaringan dan manajemen berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

“Kami berhasil mencapai target sinergi efisiensi yang lebih besar, sehingga memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan. Merger ini menghasilkan sinergi senilai USD 250 juta di tahun pertama,” kata Rajeev dalam keterangan resminya.

Selain laba bersih, indikator keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif:

• Normalized EBITDA: Tumbuh 13% YoY mencapai Rp20,1 triliun.

•  EBITDA Margin: Berada di angka 47%.

• Kontribusi Data: Layanan data dan digital mendominasi dengan kontribusi di atas 90% dari total pendapatan.

Dari sisi operasional, XLSMART agresif melakukan ekspansi infrastruktur. Hingga akhir 2025, perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 225 ribu BTS (naik 36% YoY).

Upaya ini dibarengi dengan peluncuran layanan 5G serentak di 33 kota/kabupaten di Indonesia, termasuk Jakarta dan Surabaya.

Kehadiran teknologi 5G dan integrasi jaringan berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Tercatat, kecepatan download rata-rata pengguna meningkat hingga 83%. Hal ini memicu kenaikan trafik layanan sebesar 38% YoY menjadi 14.566 Petabytes.

Jumlah pelanggan XLSMART kini mencapai 73 juta pengguna. Strategi monetisasi dan penyederhanaan produk terbukti efektif meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) blended menjadi Rp.39,5 ribu, bahkan menyentuh Rp.44,8 ribu pada kuartal IV-2025.

Meskipun beban biaya operasional meningkat akibat proses integrasi, iklan, dan biaya regulasi, posisi keuangan perseroan tetap sehat. XLSMART mencatatkan:

• Free Cash Flow (FCF): Rp6,6 triliun.

• Belanja Modal (Capex): Rp11,2 triliun.

• Utang Bersih: Rp21,0 triliun (tanpa utang berdenominasi USD).

Dengan fondasi infrastruktur yang lebih kuat melalui penggabungan aset XL, AXIS, dan Smartfren, XLSMART optimistis dapat terus meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan pada tahun 2026. (dji)

Related Articles

Back to top button