Peringati Hari Sumpah Pemuda dan Rayakan Bulan Bahasa 2022, Elyon Christian School Ajak Siswa Aktif Berbahasa Indonesia

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Peringati hari Sumpah Pemuda sekaligus Rayakan Bulan Bahasa 2022.Kali ini Elyon Christian School Ajak Siswa untuk Aktif berbahasa Indonesia.
Bertajuk “ Aku Cinta Indonesia” di hari Sumpah Pemuda tersebut, Elyon Christian School mengajak generasi muda Indonesia untuk menggunakan, melestarikan, dan tetap menjunjung bahasa Indonesia sebagai Bahasa pemersatu Negara.
” Ini merupakan sebuah kewajiban. Namun, dengan kemajuan teknologi, dan lebih terbukanya sumber informasi, tak ayal membuat para generasi muda Indonesia cenderung menggunakan bahasa kedua atau bahkan ketiga sebagai bahasa yang mereka gunakan sehari-hari, seperti bahasa Inggris. Tak dapat dipungkiri, penggunaan bahasa Inggris yang mumpuni juga semakin diperlukan di masa sekarang ini, seperti dalam pelajaran di sekolah,” kata ketua Panitia acara Prisca Listyawati.pada.Jumat ( 28/10/2022 ).
Dijelaskan Prisca, Elyon Christian School sebagai Sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama ( SPK ) yang menerapkan Cambridge sebagai kurikulum utama, tentunya menerapkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa utama dalam penyampaian materi Pelajaran, dan sebagai Bahasa percakapan sehari-hari di Lingkungan Sekolah.
” Selain untuk melatih kemampuan para siswa dalam berbahasa asing, Elyon juga menyiapkan para siswa untuk menjadi calon pemimpin yang siap untuk menghadapi dunia global,” ujarnya.
Kendati begitu.Lanjut Prisca, Elyon Christian School juga tetap menanamkan nilai-nilai Cinta Tanah Air dengan mengadakan Perayaan Bulan Bahasa 2022 yang berlangsung pada Bulan Oktober.
” Para siswa diajarkan untuk mencintai Indonesia dengan berbagai macam kegiatan-kegiatan dan lomba yang unik seperti lomba drama, pagelaran, mendongeng, dan menghias booth,” tandas Prisca.
Ironisnya, imbuh Prisca, untuk seluruh kegiatan yang digelar harus bertemakan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, seperti contoh dengan mengusung tiap provinsi di Indonesia sebagai tema booth atau stand kelas, seperti yang terlihat pada Lokasi Gedung Darmo Permai Kampus Elyon.Dimana beberapa Siswa sedang sibuk untuk mempersiapkan Booth ( stand ) sebelum pembukaan ‘ Bazaar Aku Cinta Indonesia ” yang saat itu turut hadir perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota.
Ia menerangkan, tujuan penentuan tema dari masing-masing Booth kelas adalah untuk menanamkan kasih terhadap sesama yang berbeda suku dan budaya,
” Siswa juga menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara melalui keberagaman budaya,” terangnya.
” Juga melalui sebutan nama di booth yang menggunakan nama-nama provinsi di Indonesia, pemilihan tema acara Aku Cinta Indonesia bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air,” imbuh Prisca.
Prisca menjabarkan, pemilihan tema Aku Cinta Indonesia, dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku dan Etnis Budaya, dan juga mengajarkan para Siswa untuk mengenal dengan baik Makanan, Budaya, Bahasa, dan lagu-lagu Daerahnya.
” Karena provinsi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, keberagaman suku bangsa dari setiap provinsi inilah yang harus dipertahankan untuk persatuan Indonesia, seperti semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika,” urainya.
Hal senada diungkapkan Koordinator Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah SMP Elyon, Ratna Bayu Anggraeni.Menurutnya, bahwa pentingnya menanamkan rasa Cinta Tanah Air melalui penggunaan Bahasa Indonesia seragam Bahasa Indonesia merupakan Bahasa pemersatu Negara Indonesia.Oleh karena itu, menyadari bahwa keberagaman adalah aset dari NKRI, maka bahasa pemersatu dan yang memperkaya Indonesia adalah Bahasa Indonesia.
” Sehingga dengan menanamkan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia, maka kami juga mengajarkan kepada siswa agar menghargai keberagaman NKRI dan berfokus pada persatuan untuk membangun NKRI,” pintahnya.
Terlebih kata Ratna, tujuan diadakannya perayaan Bulan Bahasa 2022 yang jatuh pada bulan Oktober ini agar para siswa menyadari identitas dirinya sebagai penerus Bangsa Indonesia dan memupuk kecintaan siswa terhadap NKRI. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan aksi nyata gelar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sebagai salah satu bentuk pengembangan kurikulum Merdeka, dimana para guru merdeka dalam mengajar dan siswa-siswi juga merdeka dalam belajar.
“Acara ini juga bertujuan untuk membangun generasi yang berkarakter, serta menumbuh kembangkan budaya literasi di kalangan siswa siswi SMP dan SMA Kristen Elyon,” imbuhnya.
Selain itu, Lanjut Ratna, seharusnya dapat menjunjung tinggi bahasa Indonesia, tetap menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas bahasa nasional kita, bahasa Indonesia tetap menjadi ciri khas diri kita sebagai anak Indonesia dengan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, juga menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. ( dji ).




