Perkuat Ekosistem Jatim, TPS Tanam 120 Bibit Pinus di Coban Talun

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mempertegas komitmennya terhadap pelestarian alam melalui aksi nyata penanaman 120 bibit pohon pinus di kawasan wisata Coban Talun, Kota Batu, Sabtu, 31 Januari 2026.
Upaya ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memitigasi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini diikuti langsung oleh jajaran direksi dan seluruh pekerja TPS. Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, agenda ini juga menjadi momentum internal untuk memperkuat budaya positif dan kolaborasi antarunsur di dalam perusahaan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan penanaman pohon ini adalah langkah konkret yang dilakukan secara konsisten untuk menjaga keseimbangan ekologi di wilayah Jawa Timur.
“Penanaman 120 bibit pohon pinus ini adalah bentuk komitmen TPS dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus kontribusi untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. Kami melibatkan seluruh pekerja karena pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Erika dalam keterangan resminya.Senin 31 Januari 2026.
Pemilihan Coban Talun sebagai lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Sebagai kawasan wisata alam, wilayah ini membutuhkan penguatan vegetasi guna menjaga struktur tanah dan memperluas area resapan air.
Pohon pinus dipilih karena memiliki daya adaptasi tinggi serta mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang, termasuk meningkatkan kualitas udara di sekitar Kota Batu.
Selain aksi tanam pohon, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi lingkungan. Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peran krusial pohon dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Erika menambahkan, TPS akan terus menghadirkan inisiatif berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin aksi iklim dan pelestarian ekosistem daratan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil memiliki dampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” pungkasnya. (dji)




