Perkuat Keselamatan Operasional Dermaga, TPS Targetkan Zero Accident
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus menggencarkan penegakan budaya keselamatan kerja (safety culture) di area operasional dermaga guna mengejar target zero accident serta menjamin kelancaran layanan maritim di Pelabuhan Tanjung Perak.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan, aspek keselamatan kerja merupakan fondasi utama yang tidak boleh dikompromikan dalam setiap aktivitas operasional terminal.
“Keselamatan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas kerja, bukan sekadar kepatuhan prosedur. Tidak ada pekerjaan yang begitu mendesak hingga mengabaikan keselamatan,” kata Ali dalam keterangan resminya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menambahkan, upaya penguatan ini melibatkan seluruh garda terdepan operasional terminal, mulai dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Ships Operator Assistant (SOA), Wharf Operator Assistant (WOA), hingga jajaran manajemen pelayanan dermaga.
“Penyelenggaraan Safety Stand Down dijadikan wadah evaluasi, pemetaan potensi bahaya, mitigasi risiko, serta penyerapan aspirasi pekerja lapangan secara langsung,” ujar Ali.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menilai kolaborasi lintas sektor antara operator, regulator, dan tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja di kawasan pelabuhan.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh insan maritim. Kolaborasi antara operator terminal, regulator, tenaga kerja, dan mitra kerja kunci menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman dan patuh aturan,” ungkapnya.
Dengan komitmen bersama ini, TPS memastikan penerapan standar keselamatan kerja tidak berhenti pada tataran imbauan, melainkan diimplementasikan secara konsisten pada setiap proses pelayanan operasional terminal secara berkelanjutan.




