Ekbis

Perkuat Logistik Nasional, TPS dan ISD Jajaki Sinergi Ekspor Kelapa Indonesia Timur

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), menerima kunjungan strategis dari lembaga dialog kebijakan Indonesia Services Dialogue (ISD) di Kantor TPS, Surabaya, Kamis, 22 Januari 2026.

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan efisiensi logistik untuk mendongkrak daya saing komoditas kelapa asal Indonesia Timur di pasar global.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan.

Agenda ini merupakan bagian dari inisiatif kolaboratif ISD bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Kementerian Perdagangan RI dalam melakukan kajian mendalam terhadap pengembangan industri kelapa, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam diskusi tersebut, Surabaya ditegaskan kembali sebagai hub logistik utama yang menghubungkan Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan Pulau Jawa serta pasar internasional.

Efisiensi di titik ini dinilai krusial untuk menekan biaya logistik komoditas kelapa yang selama ini memiliki tantangan besar dalam rantai nilai, mulai dari tahap produksi hingga distribusi.

Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif inisiatif tersebut.

Menurutnya, peran TPS sebagai pintu gerbang utama distribusi sangat vital dalam mendukung konektivitas nasional.

“Sebagai bagian dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas, kami memahami Surabaya memegang peranan strategis sebagai pintu gerbang distribusi kawasan timur. Kerja sama dan dialog seperti ini sangat penting untuk terus mendorong efisiensi dan peningkatan daya saing logistik nasional,” kata Adhi dalam keterangan resminya. Kamis , 22 Januari 2026.

Melalui audiensi ini, kedua belah pihak mengidentifikasi berbagai potensi sinergi yang dapat memberikan dampak positif secara langsung pada kualitas layanan logistik yang lebih terintegrasi.
TPS berkomitmen untuk memastikan operasional di terminal berjalan lancar guna mendukung keberlanjutan ekosistem logistik.

Adhi menambahkan, dukungan TPS tidak hanya terbatas pada koordinasi operasional, tetapi juga mencakup aspek keselamatan kerja yang ketat.

“TPS berkomitmen memberikan dukungan optimal sesuai kapasitas dan mandat kami. Hal ini mencakup koordinasi operasional dan aspek keselamatan kerja, demi memastikan kelancaran arus barang dan keberlanjutan ekosistem logistik di Indonesia,” tandasnya.

Diharapkan, hasil dari kajian dan audiensi ini dapat melahirkan solusi konkret terhadap hambatan logistik yang dialami pengusaha kelapa di Indonesia Timur, sehingga komoditas ini mampu bersaing lebih kuat di kancah domestik maupun mancanegara. (dji)

Related Articles

Back to top button