Pendidikan

SMP YPPI-1 Surabaya Jadi Etalase Inovasi Hijau bagi Delegasi 10 Negara

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – SMP YPPI-1 Surabaya membuktikan bahwa solusi terhadap isu keberlanjutan global dapat lahir dari kreativitas di ruang kelas. Melalui kunjungan internasional CommTECH Camp Insight 2026, sekolah yang berlokasi di Jalan Donokerto ini sukses memukau 46 delegasi mancanegara lewat praktik nyata pengelolaan limbah ramah lingkungan, Kamis (12/2/2026).

Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari 29 universitas di 10 negara tersebut diajak membedah konsep School for Life. Fokus utamanya: transformasi tanaman Gedi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Kepala SMP YPPI-1 Surabaya, Dra. Titris Hariyanti Utami, M.Si., menegaskan bahwa pendekatan ecological awareness adalah fondasi utama pendidikan di sekolahnya. Salah satu inovasi yang menonjol adalah siklus produksi Batik Gedi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari hal kecil. Limbah malam atau lilin sisa membatik tidak lagi dibuang, melainkan diolah kembali menjadi lilin aromaterapi dan bahan mencanting,” ujar Titris.

Hebatnya, sekolah ini juga menerapkan sistem filtrasi alami. Residu lilin dinetralisasi menggunakan kolam enceng gondok sebelum dilepas ke saluran pembuangan, memastikan operasional seni tersebut nihil dampak negatif bagi ekosistem.

Tak hanya seni kain, SMP YPPI-1 memamerkan kedaulatan pangan berbasis lingkungan melalui berbagai olahan daun Gedi dan mengkudu. Produk kuliner seperti Siomay Gedi, Nasi Bakar Gedi, hingga minuman herbal G-Fit dan Sinom hasil greenhouse sekolah, menjadi bukti nyata pemanfaatan lahan sempit secara optimal.

Inovasi sekolah ini pun telah diakui secara legal. Beberapa produk unggulan telah mengantongi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kemenkumham, antara lain:

Kertas Daur Ulang Gedi: Tekstur unik dengan aroma alami.

Motif Batik Gedi: Identitas visual khas yang menggunakan pewarnaan ramah lingkungan.

Delegasi internasional juga terjun langsung dalam workshop kriya, mulai dari teknik pyrography (melukis dengan panas di atas kayu) hingga pengolahan serat pelepah pisang dan daun pandan menjadi dekorasi interior.

Kunjungan ini mempertegas posisi SMP YPPI-1 Surabaya bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan pusat inkubasi kreativitas yang mampu mengintegrasikan isu global ke dalam kurikulum aplikatif. Melalui sinergi seni, budaya, dan ekologi, sekolah ini mengirimkan pesan kuat ke panggung dunia: masa depan berkelanjutan dimulai dari tangan-tangan muda di sekolah. (Rere)

Related Articles

Back to top button