Ekbis

Ajang Fesyar Jawa 2021 Resmi Dibuka, BI Jatim : tak ada target sekian persen yang terpenting UMKM sukses

 

SURABAYA  :  ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai upaya untuk meningkatkan pemulihan perekonomian Jawa Timur. Kini Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kembali menggelar ajang Festival kelender  tahunan, yakni ajang Festival Ekonomi Syariah ( Fesyar ) Jawa 2021.

Pada ajang Fesyar Jawa 2021 secara resmi dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan dihadiri Deputi Bank Indonesia, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto dan  Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Bambang Mukti Riyadi.

Dengan mengusung tema ” Sinergi Membagun Ekonomi  Syariah Melalui Digitalisasi Untuk Pemulihan Ekonomi’ ajang Fesyar Jawa 2021 ini digelar mulai tanggal 27 September hingga 2 Oktober 2021 di Atrium Tunjungan  Plaza 3 Surabaya.

Ajang Fesyar  Jawa 2021 yang diinisiasi oleh BI Jatim tersebut, untuk tahun ini  diikuti sejumlah peserta dari Jawa dengan total 90 peserta berasal dari UMKM.

” Fesyar  tahun ini diikuti dari kalangan  Pondok Pesantren dan UMKM Syariah dengan produk Fashion, Kain, Makanan dan Minuman serta Paket Wisata ,” kata Budi Hanoto ditemui usai acara pembukaan Fesyar Jawa 2021 di Atrium Tunjungan Plaza. Senin ( 27/9/2021 ).

” Selain itu, kegiatan Fesyar tahun bisa di akses melalui website WWW.fesyarjawa.com,” imbuhnya.

Budi Hanoto menyampaikan,  bahwa kegiatan Fesyar tahun ini adalah sebuah ajang  untuk menggilatkan perekonomian Jawa timur meski dalam kondisi pandemi.

” Ajang Fesyar ini adalah untuk meningkatkan gairah  ekonomi Jawa timur, namun tetap dalam protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Terlebih menurut Budi Hanoto, pada ajang Fesyar Jawa 2021 diharapkan ekonomi Jawa timur akan lebih  meningkat.

” Insha ALLAH perekonomian bertambah maju melalui UMKM Syariah ini,” terangnya.

Ia menambahkan, pada Fesyar ini Pihaknya tidak menargetkan, namun hanya lebih mendorong aktivitas transaksi.

‘ Tidak ada target sekian persen, namun yang penting UMKM nya senang dan bisa ketemu pelanggan secara langsung,namun protokol kesehatan tetap dijaga,” ungkapnya. ( dji ).

Related Articles

Back to top button