Astra Group Catatkan Pembukuan Kwartal III Tahun 2021 Alami Peningkatan

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Astra Internasional Tbk pada Kwartal III tahun 2021 mencatat pembukuan laporan keuangan Perseroan Astra membaik.
Hal ini disampaikan Djony Bunarto Tjondro selaku Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk. babwa saat ini laba bersih per saham naik 84%, sedangkan pada Bisnis Otomotif secara signifikan penjualan Mobil naik hingga 79% sedangkan penjualan sepeda Motor naik 26%.
Menurut Djony Bunarto Tjondro, Astra telah diuntungkan dari peningkatan harga Komoditas dan juga Posisi Neraca Keuangan serta pendanaan yang kuat
“Kinerja Grup secara keseluruhan membaik dalam sembilan bulan pertama tahun 2021,” kata Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan siaran pers.Jumat ( 29/10/2021 ).
Diungkapkan Djony, bahwa hasil pencapaian yang signifikan tersebut , didukung oleh volume penjualan Otomotif yang kuat dan harga Komoditas yang lebih tinggi.
Meski terdapat beberapa kendala yakni adanya situasi Makro Ekonomi akibat dampak pandemi, Namun, Lanjut Djony, Kinerja Grup yang kian membaik dan memberi kami optimisme terhadap sisa periode sampai dengan akhir tahun ini. Sehingga posisi neraca keuangan Grup tetap sehat dan solid.
Kinerja Keuangan grup Astra (“Grup”) Untuk periode yang berakhir 30 September
Ia menambahkan, pada Kinerja Keuangan selama sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2021 dan 2020 serta posisi keuangan per 30 September 2021 disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan tidak diaudit. Posisi keuangan per 31 Desember 2020 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
” Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2021 adalah sebesar Rp167,4 triliun, naik 28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih Grup mencapai Rp15,0 triliun, 7% lebih tinggi dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2020 ketika Grup memperoleh keuntungan dari penjualan saham Bank Permata. Tanpa memperhitungkan keuntungan penjualan saham Bank Permata tersebut, laba bersih Grup meningkat 84%, dengan kinerja semua divisi bisnis yang lebih baik,” terangnya
Terlebih menurut NilaiDjony, Aset bersih per saham pada 30 September 2021 sebesar Rp4.114, meningkat 7% dibandingkan pada 31 Desember 2020.Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan divisi jasa keuangan Grup, mencapai Rp25,5 triliun pada 30 September 2021, dibandingkan Rp7,3 triliun pada akhir tahun 2020, yang disebabkan oleh kinerja penjualan yang membaik, serta realisasi belanja modal dan modal kerja yang relatif rendah.
Bilamana volume penjualan terus membaik hingga akhir tahun, Masih Djony, belanja modal dan modal kerja dapat mengalami peningkatan. Utang bersih anak perusahaan divisi jasa keuangan Grup sedikit meningkat dari Rp39,2 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp39,3 triliun pada 30 September 2021.
” Laba bersih Grup meningkat pada sembilan bulan pertama tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” tandasnya.
Otomotif
Sementara pada laba bersih Divisi Otomotif Grup naik 207% menjadi Rp5,5 triliun, terutama karena dampak buruk dari pandemi yang signifikan terhadap kinerja divisi ini pada kuartal kedua tahun lalu dan langkah-langkah penanggulangannya, serta peningkatan volume penjualan di sembilan bulan pertama tahun ini, terutama pada segmen roda empat yang diuntungkan oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah.
Untuk penjualan Mobil Nasional, Masih kata Djony, mengalami kenaikan 69% menjadi 628.000 Unit pada 9 Bulan pertama tahun 2021 (sumber: Gaikindo). Penjualan mobil Astra pada periode tersebut naik 79% menjadi 344.000 unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 52% menjadi 55%. 10 model baru dan 16 model revamped telah diluncurkan pada sembilan bulan pertama tahun 2021.
Dikutip dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia untuk penjualan sepeda Motor secara Nasional naik 31% menjadi 3,8 juta Unit pada 9 bulan pertama tahun 2021.
” Penjualan sepeda motor Honda Astra naik 26% menjadi 2,9 juta unit. Empat model baru dan 14 model revamped telah diluncurkan pada sembilan bulan pertama tahun 2021,” terang Djony.
Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80%, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 446 miliar dibandingkan rugi bersih sebesar Rp. 243 miliar pada 9 bulan pertama tahun lalu, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari segmen pabrikan (original equipment manufacturer), pasar suku cadang pengganti (replacement market) dan ekspor
Jasa Keuangan
Dari sisi jasa Keuangan, Laba bersih divisi jasa keuangan Grup meningkat 23% menjadi Rp. 3,4 triliun selama 9 bulan pertama 2021, hal ini disebabkan oleh peningkatan Kontribusi dari Bisnis Pembiayaan Konsumen dan Asuransi Umum.
Sementara pada Bisnis pembiayaan Konsumen Grup mengalami peningkatan dari Nilai pembiayaan sebesar 20% menjadi Rp. 60,7 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan Grup yang fokus pada pembiayaan Mobil meningkat sebesar 41% menjadi Rp.940 miliar, sementara Kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan Sepeda Motor juga mengalami peningkatan sebesar 38% menjadi Rp1,6 triliun.
” Kedua peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh provisi kerugian pinjaman yang lebih rendah,” urai Djony
Total pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan Grup yang fokus pada pembiayaan alat berat naik 68% menjadi Rp4,5 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini meningkat 32% menjadi Rp49 miliar.
PT Asuransi Astra Buana ( Asuransi Astra ), Perusahaan Asuransi Umum Grup, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 9% menjadi Rp. 853 miliar, hal tersebut disebabkan hasil Investasi yang lebih tinggi. Sementara Perusahaan pada Asuransi Jiwa Grup, PT Asuransi Jiwa Astra ( Astra Life ), mencatatkan peningkatan premi bruto (gross written premium) sebesar 58% menjadi Rp.4,0 triliun.
Selain pada Asuransi, Astra dalam Bidang Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi Laba bersih dari divisi alat berat Grup, pertambangan, konstruksi dan energi mengalami kenaikan 51% menjadi Rp.4,7 triliun.
PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, mengalami peningkatan laba bersih sebesar 46% menjadi Rp.7,8 triliun.
Penjualan alat berat Komatsu juga meningkat 84% menjadi 2.194 unit, sementara pendapatan dari Suku Cadang dan Jasa pemeliharaan juga meningkat.
Kontraktor servis penambangan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) mencatatkan volume pengupasan lapisan Tanah yang sedikit lebih rendah sebesar 630 juta Bank Cubic Metres, sementara produksi Batu Bara naik sebesar 2% menjadi 87 juta ton.
Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan Batu Bara sebesar 8% menjadi 7,7 juta ton, termasuk penjualan 1,9 juta ton Metallurgical Coal.
PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan sedikit kenaikan penjualan emas sebesar 258.000 ons.
PT Acset Indonusa Tbk ( Acset ), Anak Perusahaan yang 82,2% sahamnya dimiliki UT, melaporkan Rugi Bersih sebesar Rp.386 miliar, hal ini adanya perlambatan penyelesaian beberapa Proyek yang sedang berjalan dan berkurangnya Proyek pekerjaan Konstruksi selama masa Pandemi.
Pada bulan Agustus 2021, Acset memperoleh dana sebesar Rp.1,5 Triliun dari Penerbitan Saham baru untuk mengurangi Pinjaman dan memperkuat Struktur permodalannya.
” Sesudah dilakukannya penerbitan saham baru, kepemilikan UT di Acset meningkat dari 64,8% menjadi 82,2%,” ujar Djony.
Disamping itu pada Laba bersih dari divisi agribisnis Grup meningkat 152% menjadi Rp.1,2 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga minyak kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 152% menjadi Rp1,5 triliun.
Harga minyak kelapa sawit meningkat 31% menjadi Rp.10.699/kg. Volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya stabil sebesar 1,5 juta ton.
Infrastruktur dan Logistik
Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat laba bersih Rp98 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp59 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2020, terutama disebabkan peningkatan kinerja dari bisnis jalan tol dan PT Serasi Autoraya (SERA).
Pendapatan dari bisnis jalan tol Grup meningkat sebesar 26%.
Astra mempunyai kepemilikan saham di 358 km ruas jalan tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan jalan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta.
Laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) meningkat sebesar 77% menjadi Rp115 miliar, terutama karena marjin operasional yang lebih baik dan peningkatan jumlah kontrak sewa sebesar 2% menjadi 23.500 unit, meskipun adanya penurunan penjualan mobil bekas.
Teknologi Informasi
Laba bersih dari divisi teknologi informasi Grup, PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, meningkat 8% menjadi Rp28 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan biaya operasional dan pendapatan bunga yang lebih tinggi, meskipun pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan kantor tercatat lebih rendah.
Properti
Laba bersih dari divisi properti Grup meningkat sebesar 52% menjadi Rp131 miliar, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah di Menara Astra.
Prospek Bisnis
“Kinerja Grup secara keseluruhan membaik dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, didukung oleh volume penjualan otomotif yang kuat dan harga komoditas yang lebih tinggi. ( dji )




