Ekbis

OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Triwulan II 2024 Tercatat 4,95 Persen 

 

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyebut stabilitas sektor jasa keuangan terjaga stabil, messkpiun di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

Di tengah perkembangan tersebut, kinerja perekonomian global secara umum masih lebih baik dari ekspektasi di mayoritas negara utama.

Tak terkecuali di domestik, kinerja perekonomian masih terjaga stabil. bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tercatat sebesar 4,95 persen yoy, dengan pertumbuhan kumulatif dari triwulan I hingga III 2024 sebesar 5,03 persen, sehingga pertumbuhan keseluruhan tahun 2024 dapat dipertahankan di atas 5,0 persen.

Tak hanya itu, Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan III mencatatkan surplus yang mengindikasikan ketahanan eksternal tetap terjaga.

Inflasi juga terpantau dan terjaga stabil seiring terus terkendalinya inflasi pangan. Kendati begitu, tetap perlu dicermati perkembangan PMI manufaktur yang berada di zona kontraksi serta berlanjutnya pelemahan indikator permintaan seperti penjualan ritel, kendaraan bermotor, dan indeks kepercayaan konsumen.

Perkembangan Pasar Modal dan Bursa Karbon (PMDK)

Sedangkan di pasar saham domestik di bulan November 2024 melemah di kisaran 6,07 persen mtd per 29 November 2024 ke level 7.114,27 (secara ytd: melemah 2,18 persen).

Sementara itu, Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp.12.000 triliun atau turun 5,48 persen mtd (secara ytd naik 2,87 persen). Sedangkan untuk non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp.16,81 triliun mtd (ytd: net buy Rp21,56 triliun).

Secara mtd, pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor dengan pelemahan terbesar di sektor basic materials dan property dan real estate. Sedangkan untuk sisi likuiditas transaksi, rata – rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp.12,78 triliun ytd.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI naik 0,15 persen mtd (naik 4,95 persen ytd) ke level 393,14, dengan yield SBN rata-rata naik 8,41 bps mtd (ytd: naik 26,34bps) per 29 November 2024 dan non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp.13,07 triliun mtd (ytd: net buy Rp30,44 triliun) per 29 November 2024. Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident mencatatkan net buy sebesar Rp0,22 triliun mtd (ytd: net sell Rp2,45 triliun).

Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp.844,04 triliun (turun 0,95 persen mtd atau naik 2,34 persen ytd) pada 29November 2024, dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp.494,45 triliun atau turun 1,17 persen mtd (ytd: turun 1,40 persen) pada 29November 2024 dan tercatat net subscription sebesar Rp3,0 triliun mtd (ytd: net redemption Rp6,87 triliun).

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp.219,45 triliun di antaranya merupakan fund raisingdari 34 emiten baru yang melakukan fund raising dan penawaran umum dengan nilai mencapai Rp.51,20 triliun melalui IPO Saham, Penerbitan EBUS dan Penawaran Umum oleh Pemegang Saham.

Di sisi lain juga terdapat 133 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp.58,34 triliun.

Untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF), sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 29 November 2024, telah terdapat 18 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 694 penerbitan Efek, 170.450 pemodal, dan total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di KSEI sebesar Rp.1,33triliun.

Pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 29 November 2024, tercatat 94 pengguna jasa yang mendapatkan izin dengan total volume sebesar 906.440 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp.50,55 miliar, dengan rincian nilai transaksi 19,83 persen di Pasar Reguler, 43,39 persen di Pasar Negosiasi, 36,56 persen di Pasar Lelang, dan 0,22 persen di marketplace.

Ke depan, potensi Bursa Karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 4.089 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang dapat ditawarkan. ( dji )

 

Related Articles

Back to top button