Politik
Anggota DPRD Surabaya Dr. Zuhrotul Mar’ah Gelar Uji Coba Program MBG
SURABAYA : (KABARAKTUALITA.COM ) – Anggota DPRD Kota Surabaya dr. Zuhrotul Mar’ah melakukan uji coba program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) di SD Bina Karya, Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan.Senin, 16 Desember 2024.
Kegiatan yang digelar pada waktu lalu, Sabtu, 14 Desember 2024, menjadi bagian program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat itu untuk meyakinkan keberhasilan distribusi makanan bergizi bagi setiap sekolah-sekolah secara Nasional.
Dalam uji coba itu, sebanyak 300 siswa dari masing – masing kelas diberikan asupan menu yang bergizi dengan beberapa kebutuhan nilai gizi yang berimbang.
Setiap porsi makanan itu di alokasikan anggaran Rp 10.000 untuk setiap anak, dari menu yang didapat tersebut ada kandungan menu karbohidrat, lauk nabati dan hewani, serta sayuran.
Sementara menu yang dibagikan pada setiap masing – masing anak itu diberikan asupan sayur sop, tahu goreng, dan ayam goreng tanpa susu.
Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, tujuan dari program tersebut untuk memberikan makanan sehat dan bergizi kepada siswa, sekaligus memberikan edukasi terhadap anak – anak didik pentingnya pola asupan makanan yang memiliki kandungan gizi seimbang.
Legislator Partai Amanat Nasional ( PAN ) juga mengharapkan pentingnya keberadaan kantin di sekolah untuk menyajikan sebuah makanan yang sehat.
Perempuan yang kerap disapa dr. Zuhro menyampaikan, bahwa penerapan uji coba ini setiap siswa diwajibkan untuk membawa piring, sehingga mereka dapat menikmati makanan lebih nyaman di tempat.
“Untuk uji coba ini, kami membagi waktu penyajian makanan dalam tiga kelompok: kelas 1 dan 2, kelas 3 dan 4, serta kelas 5 dan 6. Kami juga ingin membudayakan antrian yang tertib agar siswa dapat belajar disiplin dan tertib saat menerima makanan,” urainya.
Ia menilai, usai menggelar evaluasi uji coba itu, ada beberapa bahan pertimbangan dalam program BMG ke depannya.
Di kelas 1 dan 2, ada makanan yang masih banyak tersisa, sementara di kelas 3 dan 4, makanan habis dengan cepat. Di kelas 5 dan 6, porsi makanan bahkan harus ditambah karena banyak siswa yang meminta lebih.
Oleh sebab itu, lanjut dr Zuhro, pihaknya memberikan masukan agar porsi dan jenis makanan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok umur. Untuk kelas 1 dan 2, asupan menu harus lebih layak agar mudah dikonsumsi, seperti nasi yang lebih lembek dan daging yang lebih empuk, seperti pentol atau tahu goreng.
“Evaluasi ini sangat berharga untuk perbaikan program. Kami harus lebih cermat dalam menyesuaikan makanan dengan karakteristik usia anak-anak. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak dapat menikmati makanan bergizi yang disediakan,” tandasnya.
Ia berharap, bahwa keberadaan kantin di sekolah nantinya dapat berperan aktif dalam menyajikan makanan.Untuk itu, keberhasilan program MBG tidak hanya terletak pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pada upaya mendidik anak-anak untuk memahami pentingnya makan sehat.
Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan program ini dapat membentuk kebiasaan makan yang lebih baik di kalangan siswa.
Kedepannya, sambung dr.Zuhro, evaluasi uji coba tersebut dapat memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di masa depan,
“Penyesuaian terhadap menu dan porsi yang tepat akan memastikan setiap siswa mendapatkan manfaat maksimal dari program ini, yang bertujuan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan mereka,” pungkas dr Zuhro. ( dji )




