Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Ajak Warga Surabaya Olah Limbah Organik

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA COM ) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar program inovatif yang mengajak warga Surabaya untuk mengubah limbah organik menjadi produk bernilai guna tinggi.
Kegiatan ini berfokus pada pelatihan pembuatan Eco Enzyme, sebuah cairan serbaguna ramah lingkungan yang bisa dibuat dari sampah dapur.
Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Posyandu Keluarga Remaja, Karang Taruna, Kelompok Tani Tanjung Perak Indah, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Pelaksanaan program dibagi menjadi dua tahap, yaitu pada tanggal 10 dan 16 Juli 2025.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung praktik membuat eco enzyme dengan bahan-bahan sederhana seperti kulit buah dan sisa sayuran. Dengan panduan langsung dari mahasiswa, mereka belajar bagaimana mengolah limbah dapur yang biasanya terbuang menjadi cairan bermanfaat.
Antusiasme warga terlihat jelas, seperti yang diungkapkan Ami, salah satu peserta dari Kelompok Tani Tanjung Perak Indah dan KSH.
“Kami mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Ini adalah solusi terbaik untuk mengurangi limbah sampah,” katanya, Selasa (28/7) lalu.
Ami juga menekankan pentingnya membiasakan diri memilah sampah di rumah. Menurutnya, limbah tidak lagi sekadar masalah, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan.
“Ini bisa menjadi masukan bagi warga, tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga bisa menghasilkan,” tambahnya.
Tidak hanya para ibu, kalangan muda pun menyambut baik kegiatan ini. Aura, perwakilan dari Karang Taruna RW 8 Surabaya, menyebut acara ini sangat seru dan memberikan banyak wawasan.
“Ini sangat membantu warga, terutama bagi mereka yang memiliki inisiatif untuk menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ungkapnya.
Eco enzyme sendiri merupakan hasil fermentasi dari limbah organik yang memiliki beragam manfaat, seperti pupuk cair, pengusir hama alami, dan cairan pembersih yang aman.
Dengan pendekatan yang edukatif dan kolaboratif, program ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ekologis dan mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah.
Verdi dan Dinda, mahasiswa jurusan Agroteknologi yang menjadi pemateri, menjelaskan tujuan program ini sebagai upaya untuk memberikan bekal terhadap warga dengan mewujudkan lingkungan yang ramah.
“Ini adalah wujud kontribusi kami untuk menghadirkan sains terapan yang mudah dipahami dan diterapkan. Kami ingin menunjukkan bahwa solusi ramah lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di rumah,” ungkapnya.
Kolaborasi antara mahasiswa dan warga Surabaya menjadi bukti bahwa langkah kecil dalam edukasi dapat menjadi langkah besar menuju perubahan yang lebih berkelanjutan. (dji)




