Urgensi Integrasi Logistik, Pelindo dan ALFI Jatim Sinergi Atasi Kepadatan Terminal Petikemas
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL), bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), memperkuat sinergi dengan Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.
Upaya ini diambil guna mengatasi isu kepadatan aktivitas terminal dan masa penumpukan kontainer seiring melonjaknya volume arus barang.
Komitmen bersama tersebut dikukuhkan dalam forum Coffee Morning yang digelar di Arcadia Hotel, Surabaya. Pertemuan ini bertujuan menangkap suara konsumen guna mendongkrak level of service dan level of safety, sekaligus mengoptimalkan fungsi komersial di sektor kepelabuhanan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengatakan,, peningkatan kualitas layanan di terminal petikemas tidak dapat dilakukan secara parsial.
Sebagai bagian dari ekosistem pelabuhan yang kompleks, penyelesaian masalah memerlukan keterlibatan menyeluruh dari operator, pengguna jasa, pelaku logistik, hingga perusahaan pelayaran.
“Tantangan kepadatan ini tidak hanya bertumpu pada kapasitas infrastruktur fisik, tetapi juga pada efisiensi sistem di balik layar. Kedisiplinan semua pihak untuk berkomitmen mematuhi aturan berperan signifikan sebagai solusi,” kata Erika dalam keterangan resminya, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Erika, kepadatan operasional di lapangan sangat dipengaruhi oleh efektivitas sistem pelayanan, kecepatan administrasi, dan sinkronisasi data. Kondisi tersebut menuntut pola operasional yang lebih responsif serta penguatan koordinasi lintas entitas dan instansi.
Selain perbaikan aspek operasional, forum ini juga mendorong transformasi budaya kerja di ekosistem pelabuhan agar lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima (service excellence).
” Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak daya saing logistik nasional di kancah global,” sambung Erika.
Dalam forum interaktif tersebut, perwakilan anggota DPW ALFI Jatim menyampaikan tiga masukan strategis terkait kondisi riil di lapangan, yakni menyamakan standar kualitas pelayanan di seluruh lini bongkar muat.
Selain itu, mengatur utilisasi area penumpukan secara efektif untuk mencegah kemacetan (bottleneck)
Serta memastikan keandalan dan integrasi sistem digital guna memangkas birokrasi serta waktu tunggu (dwelling time).
Merespons aspirasi tersebut, pihak pengelola terminal berkomitmen melakukan evaluasi berkala, memperkuat koordinasi layanan, mengoptimalkan fasilitas pelabuhan, serta meningkatkan pemanfaatan sistem digital demi pelayanan yang lebih cepat dan transparan.
Sebaliknya, DPW ALFI/ILFA Jatim bersama pengguna jasa juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran operasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur, optimalisasi perencanaan logistik, percepatan administrasi, serta penguatan komunikasi dengan operator terminal dan instansi terkait. (dji)




