Ekbis

Penutupan Ajang FESYAR Regional Jawa 2020, BI Catat Pencapaian Menggembirakan

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2020 berakhir pada Sabtu (10/10/2020) malam. Meskipun ajang tersebut berlangsung digelar secara virtual di tengah masa Pandemi Covid-19, Namun ajang FESyar yang dihelat mulai tanggal 5 – 10 Oktober 2020 mendapat keberhasilan yang memuaskan, pasalnya kegiatan FESyar 2020 mampu menghadirkan 71.952 Visitor ( pengunjung ) dengan total jumlah transaksi Both senilai Rp 434,30 juta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah dalam acara penutupan Fesyar Jawa 2020 mengatakan. Digelarnya ajang Fesyar dan ISEF yang selama ini dihelat secara offline dengan dilakukan secara virtual, serta melibatkan kebersamaan stakeholder dan sinergi dengan Pemrov Jatim mendapat Ekspektasi.

Diungkapkan Difi, semoga penutupan FESyar 2020 yang menghadirkan kegiatan Ekonomi syariah tersebut dapat menjalankan lagi kegiatan roda estafet ajang FESyar pada event besar lagi di Indonesia.

Difi menambahkan, dengan kegiatan ajang FESyar 2020 yang pertama kali diselenggarakan ini berjalan lancar, dan semoga dalam acara ini, Pihaknya dapat belajar pengetahuan terkait kegiatan FESyar yang diselenggarakan secara virtual.

” Alhamdulillah kegiatan ini berjalan aman dan lancar, semoga dengan kegiatan ini kita banyak belajar, sehingga dapat menjadi modal penyelenggaraan ditahun selanjutnya,” katanya pada Awak Media Surabaya,Minggu ( 10/10/2020 ).

Diterangkan Difi, pelaksanaan event FESyar kali ini diharapkan dapat mendorong perkembangan FESyar di regional Jawa, terutama Jawa Timur. Beberapa pihak telah berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menindaklanjuti capaian-capaian dalam FESyar serta tindak lanjut pendampingan business coaching yang telah dilakukan.

Dikatakan Difi, ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk terus mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh sendi kehidupan, utamanya dalam mewujudkan usaha yang halal dan toyibah.

“Kita patut berbangga, karena ini menunjukkan bahwa UMKM kita mulai aware, bahwa peningkatan kapasitas SDM dan pemahaman terhadap regulasi menjadi faktor kunci selain peningkatan kualitas produknya,” kata Difi.

“Yang tidak kalah menggembirakan, capaian business matching selama penyelenggaraan Fesyar Jawa 2020 adalah sebesar Rp 3,5 triliun, yang terdiri dari fasilitasi pembiayaan perbankan syariah, lembaga ziswaf dan business to business,” lanjut Difi. “Semoga capaian ini, mampu menjadi pendorong bergeraknya roda ekonomi di tengah kondisi kita saat ini,”tutupnya. (* Dji )

Related Articles

Back to top button