Peduli Bencana Banjir Jombang, TPS Ulurkan Bantuan

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Ratusan warga yang berada di desa wilayah kabupaten Jombang pekan lalu diterjang Banjir. Banjir yang mengakibatkan desanya terendam air tersebut mengakibatkan warga angkat kaki lantaran meluapnya sungai Konto dan Gude.
Akibat banjir yang masih dirasa oleh warga tersebut, Terminal Petikemas Surabaya ( TPS ) yang merupahkan salah satu anak usaha dari Pelindo tergerak untuk peduli dengan membantu beberapa relawan dari TPS yang hadir pada Kamis (11/2), memberikan bantuan berupa alas tidur, selimut, perlengkapan mandi dan obat-obatan.
” Berdasarkan pantauan tim yang menyalurkan langsung bantuan, banjir masih dirasakan warga, sehingga tenda-tenda pengungsian masih penuh dikarenakan rumah warga yang masih tergenang banjir,” kata Corporate Communication TPS, Retno Utami dalam siaran pers.Kamis( 11/2 )
Menurut Retno Utami yang juga turun langsung ke tempat bencana bersama tim TPS, memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) kami, dengan harapan semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir.
“Semoga kondisi segera pulih, sehingga warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti sedia kala”, imbuh Retno
Sementara Ketua RT 2 RW 11 Desa Kedung Mulyo Dusun Kedung Gabus, Kabupaten Jombang, Solik menambahkan, bahwa saat ini ada sekitar 30 Kepala keluarga dari daerahnya yang terimbas banjir, kerugian tentu banyak, mulai dari kerusakan rumah, sawah, sampai dengan hewan-hewan ternak seperti anak sapi, kambing, ayam bahkan lele yang siap panenpun harus mereka relakan, sehingga bantuan-bantuan ini sangat berarti bagi kami.
Selain itu. Masih kata Solik, Pihaknya membagikan kisah pilunya bersama warga kepada tim TPS bahwa pada Kamis (4/2) pukul 22.00 warga sudah siaga. Warga sudah mencoba membuat bendungan dengan tumpukan kantong pasir, tetapi kondisi sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, sehingga satu jam kemudian tanggul jebol. Dalam waktu 2 jam air sudah naik diketinggian hampir 2 meter, sehingga warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
“Terima kasih TPS, karena sudah peduli dengan kondisi kami di sini, bahkan sudah mengunjungi kami langsung di sini di tengah banjir”, imbuh Solik.
Norman, salah satu warga juga mengatakan bahwa banjir itu berlangsung sangat cepat, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharganya. Pada saat di tempat pengungsian mereka hanya tidur beralaskan tikar seadanya, sekarang mereka bersyukur dapat matras dan selimut, paling tidak punggung terasa lebih nyaman saat tidur.
“Ga tau mas, gimana nasib rumah saya sekarang, sawah-sawah juga sudah kena banjir, semoga segera surut sehingga kami bisa kembali ke rumah”, ungkap Norman. ( dji )




