BI Jatim Bersama Pemprov Jatim Dorong Percepatan Investasi Untuk Ciptakan Lapangan Kerja

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Hal ini terlihat dari diselenggarakannya High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025 yang bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Investasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja”, acara ini dihadiri oleh lebih dari 180 peserta dari seluruh penjuru Jawa Timur, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap iklim investasi di provinsi ini.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam kesempatan ini memaparkan berbagai capaian strategis yang telah diraih. Salah satu yang menonjol adalah terbentuknya 46 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total nilai fantastis mencapai Rp.57,5 triliun.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga berhasil mengamankan 12 Letter of Intent (LoI) dari investor asing, yang merupakan hasil dari rangkaian acara East Java Investment Forum (EJIF) 2024.
“Angka-angka ini menunjukkan kesiapan dan daya tarik Jawa Timur sebagai destinasi investasi utama,'” kata Adhy Karyono, Rabu 16 Juli 2025.
Iklim investasi yang kondusif tak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marullamrata Sihombing, dalam paparannya menegaskan komitmen kuat Polda Jatim untuk mendukung investasi. Pihaknya juga siap mengamankan proyek-proyek strategis, menangani potensi konflik sosial, dan menjaga objek vital demi kelancaran iklim usaha di Jawa Timur.
Tidak hanya tingkat provinsi, peran pemerintah daerah juga sangat krusial. Tiga kepala daerah, yakni Bupati Lamongan, Bupati Ngawi, dan Bupati Nganjuk, turut hadir dan berbagi cerita sukses mengenai perkembangan investasi di wilayah mereka masing-masing.
Diskusi ini menyoroti pentingnya infrastruktur penunjang, efisiensi logistik, dan harmonisasi regulasi antarinstansi sebagai kunci untuk menarik dan mempertahankan investasi di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menekankan bahwa investasi adalah motor utama pembentukan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas daerah.
“Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar dengan daya saing tinggi, didukung oleh infrastruktur yang memadai dan pasar yang luas. Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Ibrahim.
Menutup kegiatan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya peningkatan investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), khususnya untuk proyek-proyek strategis nasional.
Ia juga menekankan pendekatan proaktif dalam menjaring peluang investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan efisiensi logistik, dan menjaga konsistensi terhadap komitmen bersama sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Khofifah secara lugas menyatakan bahwa HLM Forum Investasi 2025 ini mempertegas peran Jawa Timur sebagai pusat gravitasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan investasi sebagai pendorong utama, diharapkan tercipta kemajuan daerah dan lapangan kerja yang inklusif bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (dji)




