CEO Crown Group dan 2 Pioner Arsitektur Jepang Kembangkan Proyek Kawasan Waterloo Sydney.

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) Sebagai pengembang properti ternama di Negara Australia, Crown Group memperkenalkan sebuah Proyek terbaru yang berada dikawasan Waterloo Sydney. Proyek Properti yang terinspirasi dari desain Jepang tersebut akan dipelopori oleh Iwan Sunito sebagai CEO Crown Group serta Dua orang Pioner Mahakarya Arsitektur asal negara Jepang
Bagus Sukmana selaku GM Strategic & Corporate Communications Indonesia Crown International Holdings Group mengatakan, untuk kali Pertama ini, Komisaris dan CEO Crown Grup, lwan Sunito, berhasil mempertemukan dua arsitek superstar asal Jepang untuk memastikan bahwa Mastery by Crown Group akan semakin memperluas batas-batas desain modern yang sudah didorong sebelumnya melalui Waterfall by Crown Group di Waterloo dan Infinity by Crown Group di Green Square.
” Sosok legenda yang berbasis di Tokyo yaitu Kengo Kuma akan berkolaborasi dengan Arsitek Jepang bernama Koichi Takada, yang Iahir di Tokyo, namun menetap di Sydney telah mendesain menara C dengan ketinggian 19 lantai yang menjadi pusat Permatanya Properti Mastery by Crown Group,” kata Bagus saat menggelar konferensi pers di Hotel Bumi Surabaya. Senin ( 22/10/2018 )
Menurut Bagus, Kengo memiliki ide unik dalam mendesain eksterior Hutan Susun yang didominasi kayu untuk merevolusi cakrawala Waterloo, dengan kolam renang atap kantilever yang spektakuler dan pusat kebugaran, spa, lounge bagi para penghuninya serta Bioskop mini yang memberikan fasilitas terbaik PT. Crown International Indonesia The Plaza Office Tower Level
” pinggiran yang tidak memiliki karakter menjadi sebuah oasis perkotaan yang hijau dengan budaya Iokal yang dinamis ditambah gaya hidup resor bagi para penghuninya yang bahagia dan sehat di menara hunian yang dirancang secara organik yang menonjolkan keunikan dari kawasan tersebut. ” ujarnya
Ia menambahkan, Mastery by Crown Group adalah proyek hunian teranyar dalam portofolio karya desain hunian Crown Group yang terus berkembang di Sydney, dan sekarang ditingkatkan dengan penambahan
” Tiga menara hunian lain merupakan hasil karya dan bakat produktif Koichi Takada. Sementara menara hunian kelima dan terakhir dikerjakan perusahaan arsitektur asal Australia, Sylvester Fuller. Hasil karya Sylvester Fuller ini menambah perspektif lokal yang unik untuk keseluruhan pembangunan, ” terang Bagus.
Kocihi Takada sendiri berbagi visi dengan Iwan Sunito untuk mengubah Waterloo dari kawasan industru pinggiran yang tidak memiliki karakter menjadi sebuah oasis perkotaan yang hijau dengan budaya lokal yang dinamis ditambah gaya hidup resor bagi para penghuninya.
Mastery by Crown Group sendiri terdiri dari lima menara hunian. Yang tertinggi adalah menara setinggi 19 lantai yang dirancang Kengo Kuma and Associates. Empat menara hunian sisanya, tiga diantaranya dirancang arsitek Kocihi Takada dan satu menara hunian lainnya dirancang Silvester Fuller.
Ini adalah kali pertama Kengo Kuma and Associates merancang menara hunian di Australia. Desain menara setinggi 19 lantai dipilih panel juri independen, termasuk perwakilan dari dinas tata kota Sydney, selama kompetisi desain berlangsung. Penjualan apartemen akan dimulai 17 Nopember 2018 dan konstruksi diharapkan akan selesai seluruhnya di 2021. ( Dji )



