Diduga Pelantikan Pengawas Sekolah Langgar Protokol Kesehatan, Kadindik Jatim Bungkam.

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Beredarnya foto Whatsapp yang menunjukan para peserta pelantikan pengawas sekolah yang digelar di Gedung Graha Abdi Praja BKD Provinsi Jatim pada 20 Mei lalu menunjukan melanggar protokol kesehatan.
Badan Kepegawaian Daerah melalui surat nomor 821.2/4392.1/204.4/2020, sifat rahasia, undangan tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Isi surat berbunyi, sehubungan telah ditetapkannya keputusan Gubernur Jawa Timur tentang pengangkatan dalam jabatan fungsional pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu, 20 Mei 2020, pukul 13.00 WIB bertempat di Gedung Graha Abdi Praja BKD Provinsi Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani No 1, Surabaya dilakukan pelantikan para pejabat fungsional tersebut dan yang akan dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 240 peserta yang hadir yang dilatik secara bergelombang. Padahal tanggal 20 Mei itu dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid 2 yang diprakarsai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Salah satu dari peserta ternyata ada yang meninggal diduga karena COVID -19. Peserta itu datang dari Mojokerto namun merupakan warga Jombang.
Salah satu Foto tersebut tertulis pesan singkat “Joko Sudibyo salah satu peserta pelantikan, guru SMKN 1 Trowulan beralamat di Peterongan Jombang, yang meninggal dunia. Melihat photo itu tidak sesuai dengan protokoler kesehatan alias melanggar PSBB”.
Peserta tersebut sudah dimakamkan di Jombang Ada juga peserta positif COVID-19 dari Mojokerto dan saat ini tengah dirawat di RSUD Kota Mojokerto.
Mojokerto sendiri termasuk pada gelombang pertama dan Jombang masuk gelombang keempat. Untuk Jombang, sudah terdata 20 orang yang diperintahkan untuk isolasi mandiri dan akan dilakukan rapid test.
Foto Viral tersebut juga diikuti dengan sejumlah foto peserta yang berfoto bersama tanpa physical distancing.
Menanggapi foto-foto pelantikan yang viral ini, Kepala BKD Jawa Timur, Nur Kholis mengatakan bahwa pihaknya hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Sedangkan penyelenggara acaranya adalah Dinas Pendidikan Provinsi (* Dji )




