Gagalkan Curanmor di Kota Lama, Tim Alugoro Satpol PP Surabaya Ringkus Pelaku Lewat Pantauan CCTV

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Aksi sigap Tim Alugoro Satpol PP Kota Surabaya kembali teruji dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui pengawasan ketat via CCTV dan patroli rutin, petugas berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan wisata Kota Lama Surabaya pada Kamis malam, 25 Desember 2025.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyergapan ini bermula dari kecurigaan petugas saat memantau situasi di Posko melalui kamera pengawas sekitar pukul 20.39 WIB.
“Kecurigaan menguat saat petugas melihat dua pria dengan gerak-gerik tidak wajar di sekitar sepeda motor yang terparkir. Kami segera melakukan pemantauan intensif secara undercover agar tidak memancing kecurigaan pelaku,” ujar Zaini dalam keterangannya, Minggu, 28 Desember 2025.
Siasat petugas membuahkan hasil. Begitu pelaku mulai melancarkan aksinya dan berupaya membawa kabur motor tersebut, Tim Alugoro 1.2 yang dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) Choirul alias Gogon, bersama anggotanya Daus, Wahyudi, dan Deni, langsung melakukan penyergapan cepat di lokasi kejadian.
Satu orang terduga pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban dan sebuah kunci T rakitan yang dimodifikasi khusus untuk membobol kendaraan.
“Pelaku beserta barang bukti langsung kami serahkan ke Polsek Bubutan untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Zaini.
Zaini memberikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan dan kepekaan personelnya di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata peran Satpol PP yang tidak hanya fokus pada penegakan Peraturan Daerah (Perda), tetapi juga perlindungan masyarakat.
“Sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi, petugas harus hadir memberikan rasa aman. Kami menyiagakan personel di kawasan Kota Lama selama 24 jam penuh yang terbagi dalam dua shift,” tandadnya.
Penjagaan di kawasan bersejarah tersebut dilakukan secara preventif guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum (tramtibum).
Saat ini, sambung Zaini, pihak kepolisian dari Polsek Bubutan tengah mendalami identitas pelaku guna melakukan pengembangan terkait kemungkinan keterlibatannya dalam jaringan curanmor di lokasi lain. (dji)




