Genjot Target Transformasi Bisnis, TPS Cetak Pemimpin Berkarakter Coach dan Mentor
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Terminal Petikemas Surabaya (TPS) resmi merombak pendekatan kepemimpinan internalnya dari model instruktif tradisional menjadi berbasis coaching dan mentoring.
Langkah taktis ini diambil guna mempercepat agenda transformasi bisnis perusahaan yang dinamis sekaligus mencetak talent pool yang adaptif di tengah ketatnya persaingan industri logistik nasional.
Melalui program penguatan kapabilitas kepemimpinan yang menyasar level Assistant Manager hingga Manager, TPS memproyeksikan perubahan nyata pada gaya manajemen di lingkungan kerja. Para pemimpin lini kini dituntut tidak hanya berfokos pada capaian target operasional, melainkan wajib bertindak sebagai fasilitator pembelajaran dan pengembang talenta tim.
Senior Manager SDM TPS, Wahyu Eko Yulianto, menegaskan kualitas kepemimpinan di setiap level organisasi merupakan penentu utama keberhasilan transformasi perusahaan, melampaui aspek teknologi maupun sistem proses bisnis.
“Melalui penguatan kompetensi ini, kami berharap para pemimpin TPS mampu membangun budaya pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan talenta secara berkelanjutan sehingga organisasi menjadi semakin adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Wahyu dalam keterangan resminya, Kamis, 1 Juli 2026.
Pergeseran gaya kepemimpinan ini diaplikasikan langsung dalam penyelesaian tantangan operasional harian, manajemen kinerja, serta skema suksesi kepemimpinan masa depan.
Ia menjelaskan, para manajer dibekali teknik komunikasi terstruktur untuk memicu kemandirian tim, serta metode berbagi pengalaman secara sistematis guna mempercepat transfer pengetahuan antar generasi pekerja.
Upaya strategis investasi SDM ini diyakini berkorelasi kuat dengan agenda besar TPS dalam menggenjot kinerja operasional, memicu inovasi, dan mempertahankan keunggulan layanan.
“Dengan kepemimpinan yang lebih agile, TPS optimis mampu mempercepat pengambilan keputusan di lapangan serta memperkokoh keberlanjutan bisnis perusahaan untuk jangka panjang,” pungkas Wahyu. (dji)




