Kembangkan Potensi Desa, Mahasiswa Unusa Gelar KKN.

Surabaya : ( KABARAKTUALITA. COM ) – Ratusan para Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) kembali menggelar kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) 2018. Kegiatan KKN yang dipusatkan di Daerah Desa Jabon Kabupaten Sidoarjo ini merupahkan kegiatan KKN yang sudah di gelar ke Dua kali yang dilaksanakan Unusa
Pada kegiatan KKN tersebut, sekitar 655 Mahasiswa dan Mahasisiwi Unusa terdiri dari mahasiswa regular 534 orang dan mahasiswa Bunda PAUD sebanyak 121 peserta mengikuti KKN. Pada KKN tahun, peserta dibagi dalam 2 Daerah.Yakni bagi Mahasiswa Regular akan mengikuti KKN di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo,dan sisanya akan melakukan KKN di Surabaya bagi Mahasiswa Bunda PAUD.
Untuk pelepasan KKN Mahasiswa Unusa juga dihadiri Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM ) Unusa, Dr. Istas Pratomo, MT. dan Ketua Bidang 3 LPPM Unusa, M.Ghofirin, M.Pd., serta para dosen Unusa.
Dalam sambutannya, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie mengatakan,KKN yang sudah digelar kali ke dua ini adalah sangat penting,pasalnya mereka bisa belajar tentang kehidupan yang lebih kongkrit ditengah masyarakat.
” Dengan KKN tersebut mereka akan lebih peduli terhadap masalah – masalah masyarakat.Selain itu, dengan kegiatan KKN ini mahasiswa – mahasiswa bisa mengembangkan potensi untuk berinovasi, ” kata Jazidie saat akan melepas KKN di Halaman Tower Unusa Kampus, Jemuesari.Senin ( 8/7/2018. )
Jazidie mengungkapkan, KKN ini hendaknya bukan hanya dijadikan sebuah ritual untuk memenuhi tuntutan sistem kuliah semester ( SKS ). Namun mahasiswa harus memahami tujuan dari KKN itu sendiri sehingga mahasiswa bisa membangun kesadaran bahwa apa yang dilakukannya itu memiliki tujuan yang sangat mulia.
” Kalau hanya untuk memenuhi SKS apa yang dilakukan itu tidak maksimal dan tidak akan tulus,” jelasnya
Selain itu. Masih Kata Jazidie KKN ini sebagai sebuah langkah awal dan latihan bagi mahasiswa untuk belajar mengenal masyarakat luas sebelum mereka terjun langsung setelah lulusan kuliah.
” Di sinilah mahasiswa bisa menuangkan ide-ide mereka. Misalnya ingin berbuat apa di desa KKNnya, silahkan dituangkan dan direalisasikan. Kalau berhasil maka hal itu akan menjadi sebuah prestasi tersendiri. Mengubah sesuatu menjadi lebih baik,” terangnya
Menurutnya,dipilihnya KKN di Kecamatan Jabon, khususnya di Kabupaten Sidoarjo bukan tanpa alasan. Unusa yang selama ini menjalin kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kerjasama selama ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia ( SDM ) di Pemkab Sidoarjo baik di bidang, ekonomi, teknik, pendidikan dan kesehatan. Khususnya akan meningkatkan perekonomian di kecamatan Jabon.
” Dengan kerjasama yang baik ini, Pemkab Sidoarjo meminta Unusa untuk mengirimkan mahasiswanya agar bisa melakukan KKN lagi di desa yang dikenal kota udang ,” tandas Jazidie.
Di tanya mengenai alasan Jabon yang dipilih untuk melakukan KKN. Jazidie menjelaskan, Jabon memiliki potensi yang luar biasa namun belum tergarap maksimal potensi tersebut. Sehingga diperlukan peran serta mahasiswa untuk memaksimalkan potensi yang ada di desa itu. Selain itu, tahun lalu Unusa telah membuat pondasi awal di program KKN.
” Di sana ada pertanian tambak, selain itu juga ada bidang pendidikan yang perlu ditingkatkan. Pemkab Sidoarjo meminta kita melakukan itu,”tuturnya
Di tempat yang sama Ketua Bidang 3 Pengabdian Masyarakat LPPM Unusa, M.Ghofirin menambahkan, untuk KKN kali ini, Unusa akan fokus pada empat program. Yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, dan teknologi informasi.
” Tahun ini, Unusa akan membantu Kepala Desa yang ada di Kecamatan Jabon dalam membuat laporan Dana Desa. Hal ini untuk meminimalkan para perangkat desa agar tidak terjerat tindak kasus korupsi karena ketidaksesuaian pedoman pembuatan laporan dana desa dengan implementasinya di lapangan,” jelas Ghofirin
Ghofirin menerangkan, dari 4 program itu, beberapa program unggulan di antaranya, peningkatan kualitas kesehatan di masyarakat, pembelajaran dan pendidikan, seni, dan budaya.
” Selain itu dengan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat serta pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas pria murah senyum. ( Dji )



