Merayakan HUT ke- 95, RS.Adi Husada Undaan Wetan Gelar Edukasi Kesehatan Bertajuk Seminar Awam

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Merayakan Hari Ulang Tahun ke – 95 Perkumpulan Adi Husada.Kali ini Rumah Sakit ( RS ) Adi Husada Undaan Wetan menggelar Seminar bertajuk ” Seminar Awam ,” pada Sabtu. ( 12/11/2022 ).
Bertempat di Gedung Serbaguna Lantai 4, RS.Adi Husada Undaan Wetan,Kegiatan Seminar tersebut menghadirkan dua Narasumber.dari Dokter Konsultan yakni, dr. Michael S. Kawilarang, Sp.JP (K), FIHA, dan Dr. dr. Muhammad Faris, Sp.BS (K) Spine, FINSS.
Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Michael S. Kawilarang, Sp.JP (K), FIHA mengatakan, bahwa penyakit jantung koroner atau yang dikenal dengan.sebutan The Silent Killer, adalah penyakit yang tidak menimbulkan suatu gejala.apapun. Namun, serangannya cukup membahayakan terhadap seseorang,. Pasalnya, akan mengakibatkan seseorang tersebut mengalami Kolaps ( kematian ).
Oleh karena itu, Masih kata dr. Michael, bahwa ada tanda – tanda dan faktor – faktor resiko yang harus diperhatikan yakni dengan melakukan pemeriksaan ( Chek up ).
” Secepatnya periksa dan jangan dibiarkan, sebab kalau tidak melakukan pemeriksaan faktor resiko akan menjadi masalah yaitu penyempitan jantung koroner,” kata dr Michael ditemui kabaraktualita.com saat usai memaparkan pada peserta seminar awam.Sabtu ( 12/11/2022 ).
Michael menyebutkan,bahwa faktor resiko serangan jantung terjadi akibat faktor usia,pasalnya semakin bertambahnya usia proses penyempitan pada penumpukan Flat semakin bertambah.Selain itu. Lanjut Michael adalah jenis kelamin pada pria resiko lebih besar dari pada perempuan. Namun,untuk perempuan yang belum menapouse resiko kecil terkena jantung koroner dibandingkan dengan perempuan yang menapouse akan sama beresiko terkena serangan jantung koroner.
Ia menambahkan, faktor lain pada serangan jantung koroner juga terdapat pada faktor keturunan .
” Jadi kalau ada orang tua,saudara, kakek, dan nenek yang memliki riwayat jantung koroner akan beresiko menurun pada anak maupun cucu kita,” tandas Michael.
Dijelaskan Michael Faktor untuk pencegahan pada jantung koroner ini adalah dengan cara melakukan kontrol ( Normalkan ) gaya hidup, olah raga teratur seminggu 3 kali dalam waktu 20 menit, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, dan menjaga keseimbangan berat badan.
Sementara ditempat yang sama, Dr. dr. Faris, dr.r Spesialis Bedah Saraf Konsultan Tulang Belakang sekaligus Founder dari Indonesia Spine Clinic di RS Adi Husada Undaan Wetan memaparkan, bahwa banyak beragam faktor Penyakit maupun Gejala yang tiba – tiba muncul tanpa disadari, ternyata disebabkan oleh permasalahan pada tulang belakang.
” Permasalahan-permasalahan ini dapat disebabkan oleh gaya hidup (obesitas), cedera, infeksi TBC, hingga kebiasaan hidup sehari-sehari yang salah yang dilakukan terus-menerus,” ujar dr Fariz saat memberikan edukasi kepada peserta Seminar Awam.
Menginjak Hari Ulang Tahun ke – 95 Perkumpulan Adi Husada di RS. Adi Husada Undaan Wetan, berbagai promo digencarkan diantaranya promo pemeriksaan menarik. Mulai dari harga spesial pemeriksaan CT-Calcium Score, pemeriksaan darah lengkap, hingga MRI dan CT-scan jantung (CT-cardiac).
dr. Sylvia Sumitro selaku Humas RS Adi Husada Undaan Wetan menambahkan, semoga dengan adanya kegiatan Edukasi melalui i Seminar Awam yang dikuti oleh peserta dari kalangan Asuransi, Umum ,maupun Rekanan Perusahaan dapat menjadi bekal untuk menjaga kesehatannya.
” Kami berharap dengan seminar edukasi tentang kesehatan ini, dapat memacu masyarakat untuk semakin aware akan kesehatan, Sehingga ingin memeriksakan kesehatannya dan melakukan screening ( deteksi dini ) sebagai upaya pencegahan penyakit,” pungkas dr Sylvia. ( dji )




