Ekbis

Mudahkan Pelanggan Pengguna Bertransaksi, Platform BebasBayar Tingkatkan Keamanan Akun.

 

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Pesatnya perkembangan dunia internet dapat memudahkan cara untuk berkomunikasi serta melakukan proses bertransaksi jual beli atau tukar menukar uang meski tidak harus bertatap muka.
Di Indonesia sendiri pembayaran non-tunai ini sudah dimulai sejak adanya Gerakan Nasional Non-Tunai ( GNNT ) yang digalakkan pada tahun 2014. Efeknya, berbagai layanan uang elektronik seperti contoh di atas bermunculan satu persatu. Jumlah layanan yang bertambah ini berbanding lurus dengan jumlah pengguna uang elektronik.

Ada dua jenis uang elektronik yang dikenal luas, e – money dan e – wallet E – money sering diidentikkan dengan penyimpanan uang berbasis chip, seperti kartu debit, dan kartu pembayaran tol. Sementara e – wallet berbasis server aplikasi yang menyimpan data pribadi pengguna, seperti BebasBayar, T-Cash, dan XL Tunai.

Seperti yang dikatakan Achmad Mirza Alif Syarial selaku Executive Vice President BebasBayar mengatakan. Bank Indonesia mencatat terjadi lonjakan drastis di sektor instrumen uang elektronik yang beredar di Agustus 2018 ( 135.812.593 unit ) dibanding Agustus 2017 ( 68.841.316 unit ).

” Berarti ini menandakan besaran uang elektronik yang beredar ini mencerminkan penggunaan uang elektronik juga meningkat,” katanya

Dikatakam Achmad, tingginya angka pengguna Smartphone dan internet di Indonesia menjadi salah satu faktor kuat peningkatan jumlah uang elektronik, khususnya e – wallet. Dengan e – wallet ini, pengguna bisa melakukan berbagai macam transaksi.

” Seperti pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan listrik hingga cicilan bulanan melalui smarphone mereka. Tak ayal, banyak pengguna e- wallet ini adalah mereka yang tinggal di kota dan melek teknologi,” ujarnya
Dari sini, timbul salah satu permasalahan yang tergolong klasik, yakni persebaran teknologi yang kurang menjangkau daerah rural atau di luar daerah maju, atau bisa dibilang di luar wilayah pulau Jawa. Ini yang menyebabkan akuisisi aplikasi e – wallet di daerah rural tersebut masih rendah.
Komitmen BebasBayar Sebagai Platform ‘Asli’ Indonesia
Menurut Achmad. BebasBayar. sebagai salah satu platform e- wallet tertua di Indonesia, berkomitmen untuk melakukan pemerataan layanan, dengan tak hanya fokus pada pengguna di wilayah pulau Jawa, tetapi juga berekspansi di luar wilayah Jawa.

” Hal ini juga dilakukan untuk menegaskan nilai utama BebasBayar sebagai perusahaan dari Indonesia untuk Indonesia ,” terangnya

Dia menambahkan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengguna aplikasi BebasBayar yang mencapai lebih dari 600 ribu pengguna hingga Agustus 2018 ini yang berasal dari luar Jawa, terutama Indonesia Timur. Angka tersebut sangat berarti bagi BebasBayar yang sampai saat ini masih tetap bertahan walau tanpa suntikan modal dari ventures.

” Apresiasi yang ditunjukkan masyarakat akan tetap menjadi tenaga untuk meningkatkan layanan. Sehingga, kami percaya jumlah pengguna masih berpotensi untuk bertambah, mengingat penetrasi pengguna smartphone, dan peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah yang masih tinggi,” tandas Achmad

Memanjakan Pengguna Melalui Fitur-Fitur Baru
Untuk mencapai komitmen tersebut. Masih kata Achmad, tim BebasBayar juga akan melakukan serangkaian pembaruan (update) pada aplikasi.

” Tujuan utama dari proses pembaruan ini adalah kemudahan komunikasi antar pengguna yang pada akhirnya akan memudahkan pengguna dalam proses transaksi, serta meningkatkan keamanan akun, ” tambahnya.

Ahcmad meyakini, Pembaruan tersebut diharapkan menguatkan BebasBayar yang akan mengusung konsep social payment di masa yang akan datang. Konsep social payment dianggap cocok untuk melengkapi kekurangan aplikasi sejenis yang ada saat ini, karena pengguna akan dapat berinteraksi dengan pengguna yang lain melalui aplikasi BebasBayar.

” Oleh karena itu, tim BebasBayar saat ini berfokus untuk pengembangan fitur chat dan linimasa.” pintahnya.

Fitur chat dan linimasa ini akan melengkapi fitur yang terlebih dahulu ada, yaitu transfer saldo langsung ke akun ‘teman’. Jadi, pengguna tak perlu memasukkan ID akun tujuan setiap kali akan melakukan transaksi baik berupa transfer maupun pembayaran lain. Namun, pengguna cukup menambah jaringan pertemanan yang memungkinkan pengguna untuk transaksi yang berkelanjutan di masa yang akan datang.

Selain itu, BebasBayar juga tengah mengembangkan fitur offline payment, yang bisa dipakai pengguna untuk transaksi di gerai atau merchant. Fitur ini ditunjang dengan layanan transfer ke akun teman dan pembayaran via QR Code.

Layanan QR Code ini ditujukan untuk menyederhanakan proses transaksi, dimana pengguna hanya perlu memindai kode yang tertera di gerai atau merchant, kemudian jumlah tagihan akan tertera dan bisa langsung membayar.

Usaha BebasBayar untuk Menjadi Lebih Dekat dengan Pengguna
BebasBayar menyadari bahwa kunci meraih sukses di era digital ini adalah menjadi dekat dengan pengguna. Oleh karena itu, melalui serangkaian pembaruan dan penambahan fitur tersebut, BebasBayar berupaya untuk selalu hadir untuk menemani pengguna setiap saat.    ( Dji )

Related Articles

Back to top button