Ekbis

Pangkas Pungli dan Gratifikasi, PT TPS Raih Skor Tata Kelola 4,75 dari Pengguna Jasa 

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan skor rata-rata 4,75 dari skala 5,00 dalam Survei Anti Pungli dan Gratifikasi yang melibatkan 12 perusahaan pengguna jasa serta mitra usaha.

Hasil evaluasi tersebut mengonfirmasi nol kasus pungutan liar (pungli) maupun gratifikasi dalam seluruh proses layanan terminal.

Dalam survei tata kelola perusahaan tersebut, lima prinsip utama Good Corporate Governance (GCG) menjadi kriteria penilaian.

Aspek Keterbukaan (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), dan Tanggung Jawab (Responsibility) meraih skor tertinggi sebesar 4,75 (95 persen).

Sementara itu, aspek Kemandirian (Independency) dan Kewajaran (Fairness) memperoleh skor 4,67 (93,3 persen).

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan,  capaian tersebut menjadi indikator tingkat kepercayaan pengguna jasa terhadap integritas operasional TPS.

“Pencapaian skor 4,75 dari 5,00 dan hasil 100 persen bebas pungli serta gratifikasi merupakan pengakuan atas komitmen TPS menjalankan bisnis secara transparan dan akuntabel. Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga kualitas layanan,”  kata Erika dalam keterangan resminya, Rabu, 21 Oktober 2026.

Untuk mempertahankan standar integritas sepanjang 2026, TPS menerapkan serangkaian program penguatan tata kelola.

“Langkah ini mencakup sosialisasi GCG kepada shipping line, edukasi Anti Pungli dan Whistleblowing System (WBS) bagi vendor serta pengemudi truk, hingga penguatan kepatuhan internal dan eksternal,” sambung Erika.

Ia menambahkan, penguatan sistem pelaporan WBS difungsikan sebagai sarana aman dan rahasia bagi pekerja maupun mitra usaha untuk melaporkan potensi pelanggaran Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), pungli, dan gratifikasi.

“Sebagai bagian dari Pelindo Group, anak usaha ini berkomitmen menerapkan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness) secara berkelanjutan untuk mendukung kelancaran rantai logistik nasional,” pungkas Erika. (dji)

Related Articles

Back to top button