Ekbis

Penguatan Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Berkelanjutan

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea dalam acara Media Briefing bertajuk Penguatan Sinergi Untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Yang Berkelanjutan, pada hari Jumat, 7 Februari 2025.

Dalam paparannya, Erwin G. Hutapea mengungkapkan, bahwa perekonomian Global masih dihadapkan pada kondisi ketidakpastian, terutama terjadnya perubahan kepemimpinan Presiden Amerika Serikat.

Kendati begitu, kondisi ekonomi Nasional di Negara Indonesia masih terjaga dengan baik, seperti pada kondisi inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Erwin menilai, Ekonomi di Jawa masih tumbuh sebesar 4,92% di tahun 2024, namun sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2023.

Sedangkan Kontribusi ekonomi di Jawa terhadap PDB nasional masih signifikan, wilayah daerah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan provinsi dengan kontribusi PDB yang terbesar.

Kepala KPwBI Provinsi Jatim menilai, bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa masih didorong oleh sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

Tak hanya itu, Investasi Non- Bangunan dan salah satu proyek strategis nasional (PSN) juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa.

” Inflasi Jawa tercatat sebesar 0,68% pada Januari 2025, lebih rendah daripada inflasi nasional. Tekanan inflasi Jawa dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, namun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menahan kenaikan inflasi,” kata Erwin kepada Media.

 

Untuk itu, Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

” Kebijakan-kebijakan yang diambil antara lain adalah kebijakan terhadap diskon 50% bagi tarif listrik pelanggan rumah tangga dengan daya sampai dengan 2.200 watt untuk Januari dan Februari 2025,” ungkapnya.

Sementara itu, Ekonomi Jawa Timur di Triwulan 4 tahun 2024, tumbuh sebesar 5,03% secara year on year ( YOY ) lebih baik dari triwulan 3 yang hanya tercatat 4,91%.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut didukung adanya Investasi, Konsumsi Rumah Tangga, dan Ekspor yang masih tumbuh positif.

Sedangkan dari sisi penawaran, kenaikan kinerja ekonomi Jawa Timur masih ditopang pada Sektor Perdagangan, Industri Pengolahan, dan Konstruksi.

Sedangkan untuk keseluruhan di sepanjang tahun 2024, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 4,93%, lebih baik jika dibandingkannpada tahun 2023 yang tumbuh hanya 4,95%.

Pada konsumsi swasta didukung adanya pesta demokrasi, yakni pemilu dan Pilkada, dan investasi lebih tinggi, menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tahun 2024.

Proyek strategis seperti PSN Perpres Nomor 80 tahun 2019 dan proyek swasta seperti pabrik kimia dan pengolahan logam mulia di Gresik juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. ( dji )

Related Articles

Back to top button