Ekbis

Pentingnya Sinergisitas Bersama Dalam Mendorong Literasi dan Intruksi Keuangan, Begini Ulasan OJK 

 

SEMARANG : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Dedy Patria selaku Direktur Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya sinergisitas dari berbagai pihak untuk mendorong literasi dan instruksi keuangan di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dedy Patria dalam kegiatan Gathering OJK bersama awak media Surabaya di Kantor OJK Semarang,Jawa Tengah,3 Oktober 2024.

Menurut Dedy Patria, Update terbaru ini penting untuk kita semua, terutama dalam menjaga kesehatan pada sektor keuangan.

“Kami di OJK berkomitmen untuk mendorong literasi keuangan agar masyarakat dapat memahami lebih baik mengenai jasa keuangan yang tersedia,” papar Dedy Patria.

Dia mengungkapkan, bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur saat ini masih dinilai cukup stabil.

Dedy Patria menerangkan, berdasarkan data saat ini, kecukupan modal bank umum tercatat mencapai 30,32 persen, sedangkan untuk bank pembangunan daerah (BPR) mencapai 39,66 persen. Sementara itu, BPR Syariah menunjukkan kecukupan modal sebesar 28,7 persen.

“Kecukupan modal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan operasi lembaga keuangan,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi likuiditas, sambung Dedy Patria, rasio likuiditas masih terjaga dengan baik.

“Kami mencatat bahwa porsi aset likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) berada jauh di atas ambang batas yang ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan siap memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Patria juga menyoroti keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, yang merupakan pengganti dari Satgas Waspada Investasi.

“Satgas PASTI, yang kami bentuk baru-baru ini, bertujuan untuk memberantas aktivitas keuangan ilegal dengan pendekatan yang lebih tegas,” ucap Dedy Patria.

Terkait risiko kredit, imbuh Dedy Patria, pihaknya menyampaikan bahwa rasio Non-Performing Loan (NPL) di Jawa Timur tercatat sebesar 1,93 persen, yang menunjukkan bahwa risiko kredit masih terkelola dengan baik.

“Hanya untuk perusahaan modal ventura, NPL-nya sedikit di atas 5%, namun secara umum tetap di bawah batas aman,” imbuhnya.

Disektor Perbankan, masih kata Dedy Patria, pertumbuhan aset dan kredit menunjukan tren yang positif.

“Berdasarkan data hingga Agustus 2024, pertumbuhan aset bank tercatat di atas 5 persen, yang merupakan angka yang cukup baik,” katanya.

” Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan kredit di sektor rumah tangga dan industri pengolahan,” imbuh Dedy Patria.

Dedy Patria juga membeberkan, bahwa OJK Jawa Timur telah mencatat peningkatan di sektor pasar modal. Bahkan, sambungnya, jumlah investor yang terdaftar di sistem informasi dewan (SID) meningkat sebesar 13 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap investasi di pasar modal.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk berinvestasi, termasuk melalui instrumen investasi yang lebih sederhana,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, untuk meningkatkan literasi keuangan, OJK Jawa Timur telah melaksanakan berbagai program edukasi sejak tahun 2020.

” Kami meluncurkan program-program seperti ‘Jemput Pasti’ yang bertujuan untuk mendidik masyarakat di daerah pesisir tentang pentingnya pasar modal. Melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, kami mengedukasi masyarakat tentang peluang investasi yang ada,” bebernya.

Dedy Patria menilai, dari hasil survei yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Jawa Timur meningkat, dengan pertumbuhan literasi mencapai 13,5 persen per Agustus 2024. (*)

Related Articles

Back to top button