TPK Bagendang Cetak Rekor Arus Peti Kemas 75 Ribu TEUs, Siap Tambah Crane di 2026

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang menutup tahun 2025 dengan catatan performa gemilang.
Hingga Desember 2025, arus peti kemas di terminal ini menembus angka 75.175 TEUs, tumbuh signifikan sebesar 4 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat di angka 72.233 TEUs.
Pertumbuhan positif ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan pemilik barang dan pelayaran terhadap keandalan layanan operasional di terminal yang dikelola oleh PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengungkapkan kenaikan volume peti kemas tersebut berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas di lapangan.
Berdasarkan data operasional, TPK Bagendang berhasil melampaui target indikator kinerja utama sepanjang tahun lalu.
“Kami mencatatkan Box Ship Hour (BSH) sebesar 19,46, melampaui target yang ditetapkan sebesar 17. Sementara itu, Berth Crane Hour (BCH) mencapai 28,27, lebih tinggi dari target 27,” kata Fajar dalam keterangan resminya, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, efisiensi waktu sandar juga menunjukkan angka yang sehat dengan tingkat Effective Time (ET) terhadap Berthing Time (BT) sebesar 69,28 persen.
Capaian ini diklaim sebagai hasil dari optimalisasi pola kunjungan kapal dan efektivitas layanan bongkar muat.
Meskipun jumlah kunjungan kapal (ship call) mengalami penyesuaian, TPK Bagendang berhasil memaksimalkan utilisasi kapasitas kapal. Salah satu kunci suksesnya adalah kebijakan perpanjangan waktu layanan operasional.
“Kebijakan penambahan jam kerja dari 20 jam menjadi 21 jam terbukti efektif meningkatkan kapasitas pelayanan dan mempercepat arus logistik,” terang Fajar.
Guna menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026, manajemen telah menyiapkan langkah strategis berupa penambahan satu unit Container Crane baru. Saat ini, terminal masih mengandalkan satu unit crane utama.
Menurut Fajar, penambahan ini diharapkan dapat menekan waktu tunggu kapal (waiting time) dan mendongkrak produktivitas secara konsisten.
Kinerja positif TPK Bagendang mendapat apresiasi dari pengguna jasa. Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, menyebut perbaikan layanan operasional menjadi faktor utama pendorong kenaikan arus peti kemas.
“Penambahan jam kerja dari 18 jam ke 20 jam di 2024, lalu naik menjadi 21 jam di 2025, menunjukkan komitmen kuat TPK Bagendang,” kata Cahya.
Namun, industri berharap pelabuhan ini bisa terus meningkatkan standar layanannya. Cahya mendorong agar pada tahun 2026, TPK Bagendang dapat merealisasikan operasional penuh 24 jam dalam 7 hari (24/7).
” Upaya ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan arus logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah,’ ungkap Cahya.
Sebagai bagian dari subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), TPK Bagendang terus memperkuat posisinya dalam jaringan 32 terminal peti kemas nasional guna menghadirkan layanan pelabuhan berstandar internasional yang efisien bagi seluruh pengguna jasa. (dji)




