Ekbis

Volume Peti Kemas TPS Tembus 119 Ribu TEUs di Februari 2026, Lampaui Target Produktivitas Kemenhub

 

SURABAYA :  ( KABARAKTUALITA.COM )  – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan pertumbuhan positif arus peti kemas sebesar 1,36% pada Februari 2026 secara month-on-month (MoM). Volume logistik meningkat dari 117 ribu TEUs pada Januari menjadi 119 ribu TEUs di bulan Februari.

Pertumbuhan ini didominasi oleh kontribusi peti kemas internasional yang mencapai 113 ribu TEUs, naik dari posisi bulan sebelumnya sebesar 110 ribu TEUs. Sementara itu, arus peti kemas domestik tercatat sebesar 6 ribu TEUs.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti keandalan layanan operasional perusahaan di tengah dinamika logistik internasional.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang terjaga dan konsisten. Hal ini didukung oleh efektivitas bongkar muat serta komitmen kami dalam menjaga kelancaran pelayanan bagi pengguna jasa,” kata Erika dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).

Efisiensi TPS juga tercermin dari angka produktivitas bongkar muat yang mencapai 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni 48 box/ship/hour. Saat ini, TPS masih memegang kendali pasar peti kemas internasional dengan pangsa pasar (market share) sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari sisi perdagangan luar negeri, aktivitas ekspor pada Februari 2026 melonjak 3,77% menjadi 55 ribu TEUs. Sektor impor juga mengikuti tren positif dengan kenaikan 1,79% menjadi 57 ribu TEUs. Secara akumulatif pada dua bulan pertama 2026, komposisi arus logistik tercatat sebesar 49% ekspor dan 51% impor.

Kinerja ini mendapat apresiasi langsung dari pelaku usaha. Wakil Ketua Kadin Surabaya sekaligus importir CV Surya Bhakti Mandiri, Medy Prakoso, menyoroti kecepatan layanan di terminal.

“Kami mengapresiasi layanan delivery peti kemas impor. Truck Round Time (TRT) di TPS kini di bawah 45 menit, ini sangat meningkatkan efisiensi waktu pengeluaran barang ke gudang,” ungkap Medy.

Meski mencatatkan tren positif bulanan, secara year-on-year (YoY) periode Januari-Februari, total arus peti kemas mengalami koreksi sebesar 3,65% dibandingkan tahun lalu. Koreksi ini dipicu oleh faktor unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dengan kapasitas angkut kapal (ship’s call).

Meskipun jadwal pelayaran tetap dipertahankan, pertumbuhan volume kargo tercatat belum mampu mengejar kecepatan ketersediaan kapasitas angkut kapal di pasar internasional maupun domestik. (dji)

Related Articles

Back to top button