Indo Premier Sekuritas Ungkap Keunggulan ETF sebagai Alternatif Investasi Likuid

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Indo Premier Sekuritas menyampaikan pentingnya memahami instrumen Exchange Traded Fund (ETF) sebagai alternatif investasi yang menawarkan transparansi dan likuiditas tinggi bagi masyarakat.
Melalui penjelasan sejarah hingga perbandingannya dengan produk investasi lain, instrumen ini dinilai cocok bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas pencairan dana.
Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira, menjelaskan bahwa perkembangan produk ETF di Indonesia terus mengalami pertumbuhan sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007. Instrumen ini melengkapi layanan transaksi saham dan obligasi yang sudah ada.
“Perkembangan ETF di Indonesia terus berlanjut hingga peluncuran berbagai produk baru pada tahun ini. Ini merupakan instrumen yang menggabungkan kemudahan reksa dana dengan fleksibilitas transaksi saham,” kata Marco dalam kegiatan Workshop Wartawan BEI Jatim, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia memaparkan, sejumlah landasan hukum yang mengatur pengelolaan ETF di Indonesia, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Marco juga membedakan antara ETF yang dikelola secara pasif dan aktif.
Pada ETF pasif, manajer investasi mengelola portofolio dengan mengacu pada indeks tertentu, seperti IDX30 atau LQ45.
Sementara itu, pada ETF aktif, manajer investasi memiliki kewenangan untuk melakukan penyesuaian komposisi portofolio guna merespons dinamika pergerakan pasar.
Dalam pemaparannya, Marco menjabarkan beberapa perbedaan mendasar antara ETF, reksa dana, dan saham untuk membantu investor dalam mengambil keputusan:
Menurutnya, ETF menampilkan seluruh isi portofolio efek secara lengkap, sedangkan reksa dana konvensional umumnya hanya menampilkan 10 aset teratas.
Selain itu, ETF juga dapat diperjualbelikan secara real-time di bursa seperti halnya saham, sedangkan harga reksa dana baru ditetapkan pada akhir hari bursa (End of Day).
Terlebih, transaksi ETF menggunakan siklus T+2, lebih cepat dibandingkan proses pencairan reksa dana yang umumnya memakan waktu hingga T+2 hingga T+3.
Ia pun membeberkan, bahwa ETF diperdagangkan dalam satuan lot di pasar sekunder dengan biaya yang kompetitif, dibandingkan dengan pembelian reksa dana yang dapat dimulai dengan nominal tetap.
Sementara itu, Marco juga menekankan, ETF memiliki sejumlah keunggulan yang menarik bagi investor, di antaranya pengelolaan yang dilakukan oleh manajer investasi profesional, diversifikasi risiko yang luas, serta potensi penerimaan dividen.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa setiap instrumen investasi di pasar modal tetap memiliki risiko, termasuk risiko pasar dan fluktuasi harga.
“Oleh karena itu, investor disarankan untuk memahami profil risiko sebelum melakukan penempatan dana,” pungkas Marco. (dji)



