Ekbis

Tembus 30,3 Juta Investor, BEI Ajak Masyarakat Refleksikan Kemerdekaan Lewat Investasi 

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM )  — Momentum Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi pijakan bagi masyarakat untuk merefleksikan arti kemandirian finansial.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan partisipasi masyarakat di pasar modal yang signifikan sepanjang tahun 2026.

Hingga 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia resmi menembus angka 30,3 juta Single Investor Identification (SID).

Angka ini melonjak tajam setelah mencatatkan penambahan sekitar 9,9 juta investor baru sejak awal tahun 2026.

Pertumbuhan yang meningkat tersebut menunjukkan semakin luasnya kesadaran masyarakat dalam membangun kemandirian finansial melalui berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, sukuk, reksa dana, hingga Exchange Traded Fund (ETF).

Namun, seiring pesatnya lonjakan jumlah investor, BEI menekankan pentingnya edukasi dan pemahaman literasi keuangan yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam keputusan spekulatif.

“Merdeka finansial bukan selalu berarti memiliki kekayaan dalam jumlah besar atau berhenti bekerja di usia muda, melainkan kemampuan mengelola keuangan, memenuhi kebutuhan, serta mempersiapkan tujuan masa depan secara disiplin,” kata Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sementara itu, Kautsar juga mengingatkan, setiap produk investasi di pasar modal memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda-beda:

Ia pun membeberkan, seperti Saham adalah memberikan kepemilikan atas perusahaan serta potensi deviden dan capital gain.

Selain itu, Obligasi dan  Sukuk yang  memiliki potensi imbal hasil stabil melalui pembayaran kupon.

Kemudian Reksa Dana yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI) untuk meminimalisasi risiko.

ETF artinya Reksa dana yang diperdagangkan secara real-time di bursa layaknya saham.

Oleh karena itu, sambung Kautsar, masyarakat diimbau untuk tidak bertindak atas dasar tren atau ajakan pihak lain.

“Keputusan investasi harus selalu disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu, dan kemampuan finansial masing-masing individu,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, untuk memulai investasi kini tidak lagi memerlukan modal besar, melainkan konsistensi dan pemahaman risiko secara bertahap.

“Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, BEI terus menyediakan akses informasi dan edukasi resmi yang dapat diakses melalui portal resmi www.idx.co.id serta kanal media sosial resmi Bursa Efek Indonesia,” pungkas Kautsar. (dji)

 

Poto : istimewa

Related Articles

Back to top button