Pengguna Commuter Line Surabaya Tembus 8,1 Juta Penumpang, Naik 8 Persen di Semester I-2026
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Tren pergerakan masyarakat menggunakan moda transportasi massal berbasis rel di wilayah Jawa Timur terus menunjukkan tren positif.
PT Kereta Commuter Indonesia mencatat jumlah pengguna Commuter Line di wilayah kerja Wilayah 8 Surabaya menembus angka 8,1 juta penumpang sepanjang semester I tahun 2026 pada Januari hingga Juni.
Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mencatatkan total 7,5 juta penumpang.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan, peningkatan ini juga didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur sekolah. Selama periode 20 hingga 30 Juni 2026, volume penumpang tercatat sudah mencapai 529.000 orang.
“Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah mengingat masa libur sekolah masih menyisakan waktu satu pekan. Kami memproyeksikan total pengguna pada masa libur tahun ini bisa menyentuh angka 588.000 orang,” kata Leza dalam konferensi pers, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, secara rincian operasional harian dengan total 50 perjalanan per hari, rata-rata volume penumpang Commuter Line Surabaya pada hari kerja berada di angka 44.000 pengguna.

Sementara pada akhir pekan, angka tersebut melonjak hingga 51.000 pengguna per hari.
Leza menyebutkan, di stasiun Surabaya gubeng menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi, yakni melayani lebih dari 1,02 juta pengguna.
Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Wonokromo dengan 721.000 pengguna, diikuti oleh Stasiun Malang dengan 268.000 pengguna.
” Dari sisi okupansi rute, Commuter Line Doho menjadi kontributor utama dengan total mengangkut 2,6 juta penumpang sepanjang semester pertama ini,” sambung Leza.
Ia menambahkan, selain pertumbuhan volume, KAI Commuter juga telah melakukan sejumlah ekspansi dan peningkatan layanan.
Di antaranya adalah perpanjangan rute perjalanan Commuter Line Supas hingga mencapai Stasiun Probolinggo sejak Maret lalu, peremajaan fasilitas kursi tunggu di beberapa stasiun, hingga penyediaan ruang laktasi yang lebih memadai.
Peningkatan kinerja angkutan kereta api ini juga diamini oleh Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Buwono.
Ia memaparkan, secara keseluruhan di wilayah Daop 8 Surabaya, volume penumpang mengalami kenaikan dari 5,9 juta pada semester I-2025 menjadi 6,4 juta penumpang pada semester I-2026.
“Dari total 6,4 juta penumpang tersebut, tercatat sebanyak 3.205.000 penumpang yang berangkat (keberangkatan) dan 3.215.000 penumpang yang tiba di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.
Ia juga menilai, ada dua faktor utama yang memicu lonjakan signifikan arus penumpang sepanjang paruh pertama tahun ini.
“Peningkatan ini salah satunya dipicu oleh banyaknya momen libur panjang (long weekend) di semester satu, termasuk masa angkutan Lebaran. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memberikan stimulus berupa potongan harga tiket kereta api kelas ekonomi sebanyak tiga kali sepanjang semester pertama ini terbukti efektif menarik minat masyarakat,” ungkap Mahendro. (dji)




