Ekbis

Antisipasi Hadapi Tiga Ancaman, PT TPS Gelar Latihan ISPSC

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), telah melaksanakan Latihan (Exercise) International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) pada awal bulan ini.

Kegiatan ini merupakan manifestasi komitmen perusahaan untuk memastikan tingkat kesiapsiagaan operasional yang tinggi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan pelabuhan.

Latihan yang melibatkan berbagai unsur organisasi internal dan eksternal ini bertujuan untuk menguji respons cepat, koordinasi antarlembaga, serta efektivitas prosedur keamanan pelabuhan dalam menghadapi skenario darurat yang kompleks.

Dalam simulasi kali ini, TPS diuji secara simultan menghadapi tiga potensi ancaman keamanan sekaligus, baik yang bersifat fisik maupun digital. Skenario tersebut meliputi:

• Unjuk Rasa Sopir Truk: Gangguan keamanan fisik yang berpotensi melumpuhkan akses dan operasional.

• Pencurian di Container Yard (CY): Ancaman terhadap aset dan properti di area vital pelabuhan.

• Serangan Siber Distributed Denial of Service (DDoS): Gangguan serius yang menargetkan sistem layanan operasional dan berpotensi mengganggu kelancaran logistik.

Kegiatan ini turut dihadiri dan dipantau oleh tim dari Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan Polres Tanjung Perak, menunjukkan sinergi antara otoritas pelabuhan dan aparat keamanan.

Senior Vice President K3, Lingkungan dan Keamanan TPS, I Nyoman Sudiartha, menyatakan bahwa latihan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fasilitas pelabuhan terhadap ancaman yang terus berevolusi.

“Simulasi ini bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban regulasi internasional, tetapi juga memastikan kesiapan kami dalam melindungi fasilitas pelabuhan yang berstatus objek vital nasional,” kata Nyoman dalam keterangan pers, Kamis, 21 November 2025.

Ia menambahkan, latihan terstruktur ini sangat krusial untuk mengevaluasi tiga pilar utama keamanan: kecepatan respons personel, kesiapan tim, dan efektivitas implementasi Port Facility Security Plan (PFSP) yang diterapkan TPS.

Selain menguji respons terhadap ancaman, latihan gabungan ini juga memfokuskan pada evaluasi komunikasi lintas unit, peningkatan keterampilan identifikasi risiko, serta penyempurnaan prosedur kontinjensi.

Nyoman berharap latihan ini dapat menanamkan budaya sadar risiko dan meningkatkan ketangguhan operasional, terutama dalam menghadapi ancaman siber yang bersifat semakin kompleks dan dinamis.

“Dengan digelarnya Exercise ini, TPS menegaskan komitmennya untuk secara konsisten meningkatkan standar keamanan pelabuhan demi menjaga kelancaran arus logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Nyoman. (dji)

Related Articles

Back to top button