Ekbis

OJK Jatim Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga, Tiga Sektor Dominasi Penyaluran Kredit

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menyebutkan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jawa Timur (Jatim) tetap terjaga dengan baik di tengah tantangan perekonomian global.

OJK Jatim juga mencatat peningkatan kinerja intermediasi perbankan, didukung oleh penguatan pengawasan yang terintegrasi dan pemanfaatan teknologi baru.

“Sektor jasa keuangan yang kuat merupakan pondasi bagi pertumbuhan perekonomian. Untuk itu, OJK selalu berusaha melakukan penguatan kapasitas agar sektor jasa keuangan berdaya saing dan berdaya tahan,” kata Yunita dalam sebuah pertemuan dengan awak media di Surabaya, Selasa, 18 November 2025.

Menurutnya, penguatan SJK dilakukan melalui berbagai aspek, termasuk peningkatan daya saing dan ketahanan industri. Hal ini mencakup diversifikasi industri dan adaptasi terhadap perkembangan kompleksitas SJK.

“Penguatan pengawasan utamanya kita integrasikan, karena kita mempergunakan keuntungan dari supervisory technology (Suptech) dan regulatory technology (Regtech) dalam proses pengawasan,” ujar Yunita.

Selain itu, sambung Yunita, OJK juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan Daerah (DKSK) untuk memastikan kepentingan negara terlayani secara maksimal.

Secara spesifik, kondisi SJK di Jatim menunjukkan indikator positif:

• Sektor Perbankan: Rasio Non-Performing Loan (NPL) terkendali dan terjaga. Tingkat permodalan perbankan di Jatim juga berada pada posisi yang memadai.

• Sektor Pasar Modal: Frekuensi transaksi dan volume perdagangan saham terus meningkat, mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp.4,06 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan jumlah investor dan dana pihak ketiga yang signifikan, menunjukkan peningkatan aktivitas investasi (bukan sekadar “main saham”).

• Reksadana: Penjualan (subscription) dan jumlah nasabah yang bertransaksi reksadana juga menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.

• Asuransi, Dana Pensiun, dan Perusahaan Pembiayaan: Meskipun terdapat sedikit volatilitas, sektor-sektor ini secara umum masih menunjukkan optimisme dan berada dalam kondisi yang memadai.

Yunita yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek itu jugamenambahkan, bahwa dari data per September 2025 menunjukkan total Bank yang berada di bawah pengawasan OJK Jatim berjumlah 265 Bank, terdiri dari 2 bank umum, 237 BPR konvensional, dan 26 BPR Syariah.
Intermediasi Perbankan Jatim melanjutkan pertumbuhan, meskipun trennya sedikit melambat. Berdasarkan jenis penggunaannya, sebagian besar kredit Perbankan disalurkan untuk kredit konsumsi.

Berdasarkan sektor ekonomi, kredit perbankan Jatim disalurkan kepada tiga sektor utama:

1. Rumah Tangga
2. Perdagangan Besar dan Eceran
3. Industri Pengolahan

Meskipun penyaluran kredit masih terkonsentrasi di wilayah metropolitan, seperti Surabaya dan Sidoarjo, OJK Jatim mencatat akselerasi signifikan penyaluran kredit di daerah-daerah yang semula memiliki tingkat penyaluran rendah.

“Tingginya pertumbuhan kredit di daerah ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kegiatan ekonomi dan mendorong pemerataan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Yunita.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, OJK mencanangkan beberapa kebijakan prioritas, di antaranya:

• Pengembangan SJK untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

• Pengaturan dan pengawasan produk keuangan berbasis digital, termasuk aset kripto, berdasarkan amanat Undang-Undang P2SK.

• Pengenalan dan pengawasan perusahaan induk konglomerasi keuangan atau Bank Kuat (BK). OJK menyatakan siap berdiskusi lebih lanjut dengan media mengenai peraturan terkait Bank Kuat ini.

“OJK Jatim optimis bahwa semakin luasnya SJK dan semakin variatifnya instrumen keuangan akan semakin mendukung pendalaman pasar keuangan di wilayah tersebut,” ungkap Yunita.

Related Articles

Back to top button