Ekbis

Perkuat Bisnis Berkelanjutan, TPS Gelar Pelatihan Penyusunan Laporan Keberlanjutan Berstandar Global

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) semakin mengukuhkan komitmennya dalam menjalankan bisnis pelabuhan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari strategi komprehensif perusahaan, TPS menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) pada Senin (4/5) di Pelindo Place, Surabaya.

Kegiatan yang diikuti oleh 26 pekerja dari berbagai unit kerja ini bertujuan untuk membekali tim manajemen dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga pelaporan kinerja yang transparan dan akuntabel.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021. Hal ini mencakup penentuan topik material berbasis dampak serta pengungkapan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program operasional di lapangan, tetapi juga lewat tata kelola yang baik.

“Laporan Keberlanjutan memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, hingga masyarakat,” kata Jeanny dalam keterangan resminya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Sebagai operator terminal petikemas kelas dunia, TPS telah menunjukkan aksi nyata dalam pengelolaan dampak lingkungan. Salah satu pencapaian besar yang dilaporkan adalah tuntasnya program elektrifikasi seluruh alat bongkar muat utama.

Setelah menyelesaikan elektrifikasi unit Container Crane (CC) pada 2016, TPS mengumumkan bahwa elektrifikasi seluruh unit Rubber Tyred Gantry (RTG) telah berhasil dirampungkan pada April 2026. Upaya ini secara signifikan mengurangi emisi karbon di area pelabuhan.

Selain itu, TPS secara konsisten mengelola 22,7 hektare hutan mangrove sebagai carbon sink (penyerap karbon) alami. Perusahaan juga melakukan pembibitan 10.000 bibit mangrove yang siap panen setiap 4 hingga 6 bulan guna melestarikan biota pesisir.

Sejalan dengan prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP), TPS terus mendorong digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi. Berbagai inovasi seperti Web Access & Clique 247, Container Damage Report (CDR) Online, hingga layanan terbaru Vessel Report telah diimplementasikan untuk memberikan transparansi kepada pengguna jasa.

Di sisi operasional, layanan bernilai tambah seperti Behandle Management, Layanan Fumigasi, hingga pemeriksaan melalui Container Scanner terus diperkuat guna mendukung kelancaran arus barang dan kepatuhan regulasi.

Melalui penguatan kapabilitas internal dalam penyusunan laporan keberlanjutan ini, TPS memantapkan langkahnya dalam transformasi Pelindo Group sebagai pemimpin ekosistem maritim terintegrasi yang berkelas dunia. (dji)

Related Articles

Back to top button