Umum

Setangkai Bunga dan Sejuta Cerita: Cara KAI Daop 8 Surabaya Memuliakan Ibu di Tengah Hiruk Pikuk Nataru

 

SURABAYA :(KABARAKTUALITA.COM) – Riuh rendah Stasiun Surabaya Gubeng pada Senin pagi,22 Desember 2025 terasa sedikit berbeda dari biasanya.

Di sela deru mesin kereta dan langkah terburu para pelancong musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), ada senyum yang merekah saat para petugas frontliner PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mendekat.

Bukan untuk sekadar memeriksa tiket, melainkan untuk menyerahkan setangkai bunga dan buah tangan kecil.

Momen hangat ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ibu nasional. KAI Daop 8 Surabaya memilih cara personal untuk mengapresiasi sosok perempuan tangguh yang tengah menempuh perjalanan.

Tak hanya di ruang tunggu stasiun, kejutan manis ini juga merambah hingga ke dalam gerbong KA Argo Semeru dan KA Argo Bromo Anggrek yang tengah melaju membelah pulau Jawa.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan, kegiatan ini adalah bentuk penghormatan tulus bagi para ibu. Di mata KAI, ibu adalah pilar keluarga yang kontribusinya tak ternilai, baik di lingkup domestik maupun masyarakat luas.

“Kami ingin memberikan surprise yang bermakna. Meski sederhana, pemberian suvenir dan bunga ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada para ibu yang telah memilih layanan kami. Kami berharap momen ini menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan dan emosional,” kata Mahendro,Senin,22 Desember 2025.

Bagi para penumpang, kejutan ini menjadi pelipur lelah di tengah padatnya mobilitas akhir tahun. Perhatian kecil ini membuktikan bahwa di balik operasional teknis transportasi massal, masih ada ruang untuk nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang.

Peringatan Hari Ibu ini bertepatan dengan momentum puncak arus mudik Nataru. Berdasarkan data hingga Senin (22/12) pukul 09.00 WIB, wilayah Daop 8 Surabaya mencatat pergerakan penumpang yang luar biasa.

” Sebanyak 44.760 pelanggan memadati stasiun, dengan rincian 22.367 penumpang berangkat dan 22.393 penumpang tiba,” ujar Mahendro.

Jika ditarik lebih luas sejak dimulainya periode angkutan Nataru pada 18 Desember hingga hari ini, akumulasi penumpang telah menembus angka 206.842 orang. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi primadona masyarakat untuk pulang kampung atau berwisata.

Tiga Titik Utama Pergerakan Penumpang (22 Desember):

• Stasiun Surabaya Gubeng: 13.596 penumpang.

• Stasiun Surabaya Pasarturi: 12.718 penumpang.

• Stasiun Malang: 8.210 penumpang.

Mahendro juga mengungkapkan, kota-kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Ketapang masih menjadi destinasi favorit bagi warga Jawa Timur untuk menghabiskan sisa tahun 2025.

Menghadapi masa angkutan Nataru yang berlangsung hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 telah menyiapkan amunisi penuh. Total tersedia 449.352 tempat duduk selama 18 hari masa angkutan, yang didukung oleh 58 perjalanan kereta api setiap harinya, termasuk 7 KA Tambahan untuk mengakomodasi lonjakan peminat.

Hingga saat ini, tiket yang terjual sudah mencapai 63 persen dari total kapasitas. Mengingat angka ini terus bergerak dinamis, pihak manajemen mengimbau calon penumpang untuk segera mengatur jadwal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Jangan sampai kehabisan jadwal dan tarif terbaik untuk momen spesial akhir tahun Anda,” pungkas Mahendro.

Melalui bunga di tangan para ibu dan kesiapan armada di atas rel, KAI Daop 8 Surabaya berusaha menunjukkan bahwa perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain, melainkan tentang menghargai setiap pribadi yang ada di dalamnya. (dji)

Related Articles

Back to top button