Umum

Targetkan Layanan Merata, RS Kapal Sasar Empat Pulau Terluar Sumenep Hingga 25 Juli 

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM )  – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) kembali melepas pelayaran misi kemanusiaan untuk menyediakan pelayanan kesehatan gratis di wilayah kepulauan terpencil Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Misi yang berlangsung mulai 12 hingga 25 Juli 2026 ini akan menyasar empat titik,  yakni Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah memberikan pembiayaan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

Terlebih, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini telah mencakup 285 juta jiwa atau sekitar 98,6% dari total penduduk Indonesia.

“Dengan kondisi geografis yang terpisah-pisah, wilayah terpencil menjadi persoalan kita bersama. Oleh karena itu, kami memerlukan sinergi dengan seluruh stakeholders, mulai dari akademisi, profesi, hingga pemerintah daerah untuk mendukung ekosistem JKN,” kata Prihati ditemui pada acara pelepasan RSKKA di Dermaga Perak, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menambahkan, untuk daerah yang masuk kategori Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan (DBTFS), Pemkab melalui Kepala Dinas Kesehatan dapat mengajukan Surat Keputusan (SK) penetapan kepada Gubernur atau Wali Kota.

Jika SK tersebut diterbitkan, BPJS Kesehatan dapat memberikan kompensasi pembiayaan untuk mengadakan layanan kesehatan bergerak, seperti rumah sakit terapung ini.

Prihati juga membeberkan, program layanan bergerak ini terus mengalami peningkatan, dari 500 lebih titik layanan pada tahun 2025, menjadi 600 lebih titik pada tahun 2026.

Direktur utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.(kanan)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Erwin Astha Triyono, mengungkapkan, selain empat titik tersebut, pihak Pemprov tahun ini juga menargetkan pelayanan di tiga kepulauan lain, termasuk Pulau Sapudi dan Pulau Pangeran pada bulan Agustus mendatang.

Dinkes Jatim kini tengah mendorong pergeseran fokus ke arah upaya pencegahan agar masyarakat tetap sehat.

Salah satunya melalui optimalisasi cek kesehatan gratis dan pemanfaatan aplikasi khusus berbasis digital.

Aplikasi ini memungkinkan masyarakat secara mandiri memonitor kondisi kesehatannya seperti mendeteksi risiko hipertensi atau memantau kesehatan ibu hamil yang datanya terintegrasi langsung dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Harapan kami, masyarakat memiliki otoritas untuk mengecek kesehatannya sendiri. Tugas kami berkesinambungan melalui cek kesehatan gratis, sehingga semua lini isu kesehatan ini saling terhubung,” ungkap  Dr. Erwin.

Misi kemanusiaan yang berlangsung selama dua pekan ini melibatkan kolaborasi lintas kompetensi, mulai dari tim dokter spesialis, perawat, relawan medis, hingga kru nahkoda kapal.

“Manajemen RSKKA diarahkan untuk terus memonitor situasi di lapangan selama pelayaran dari tanggal 12 hingga 25 Juli guna penyesuaian layanan yang optimal bagi masyarakat kepulauan,” pungkas Dr.Erwin. (dji)

Related Articles

Back to top button