Ekbis

Akibat Bursa Saham Indonesia Bergejolak, BEI Hentikan Perdagangan Imbas IHSG Ambles 5,02 Persen

 

JAKARTA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Pasar modal Indonesia mengalami goncangan hebat pada perdagangan Selasa, 18 Maret 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,02 persen ke level 6.146, memicu kepanikan di kalangan investor.

Lonjakan tekanan jual memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara atau trading halt.

Bahkan, dari data perdagangan sesi I mencatat 581 saham anjlok, hanya 105 saham yang menguat, sementara 271 stagnan.

Semua sektor terperosok ke zona merah, dengan sektor utilitas mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 12,2 persen.

Sementara dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi pemberat utama IHSG, merosot hingga menggerus 38,24 indeks poin.

Survei terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia (UI) juga menunjukkan bahwa mayoritas ekonom menilai ekonomi Indonesia mengalami kemunduran signifikan dalam tiga bulan terakhir.

Kepercayaan ekonom terhadap kondisi ekonomi saat ini pun terbilang rendah, dengan rata-rata skor optimisme hanya 7,71 poin. Lebih lanjut, 23 ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat dalam waktu dekat.

Penurunan tajam IHSG bukan sekadar alarm bagi pasar modal, tetapi juga sinyal peringatan bagi stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah dan otoritas keuangan perlu merespons dengan langkah strategis untuk menenangkan pasar. ( dji )

Related Articles

Back to top button