Diduga Bawah Kabur Uang Miliaran Rupiah, Puluhan Korban Koperasi NMSI Wadul ke Kantor DPD PSI Surabaya

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Aksi penipuan dan penggelapan uang dengan Investasi keuntungan yang besar kembali terjadi.Kali ini, sebanyak 38 Korban dengan total kerugian 78 Miliar Rupiah.
Tak terima dengan penipuan yang dilakukan oleh Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera dan atau Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia ( NMSI ).Para korban Wadul Kantor DPD PSI Surabaya yang berlokasi di Jalan Ngagel untuk meminta bantuan atas dugaan penggelapan dan penipuan.
Tak ayal, kedatangan para korban ini di sambut langsung oleh Erick Komala,S.H.,M.H. selaku ketua DPD yang di dampingi sejumlah pengurus PSI Surabaya yang berprofesi sebagai pengacara yakni Dino Wijaya dan Reston Tamba.
Disebutkan Erick Komala,S.H.,M.H. selaku ketua DPD, bahwa korban ini terdiri dari beberapa kota dan Kabupaten di wilayah Jawa Timur yang meliputi Jombang, Madiun, Kediri, Lamongan, Blitar dan Surabaya.
“Saya percaya karena koperasinya terdaftar dan melakukan sosialisasi di beberapa polres. Bahkan banyak anggota polisi aktif menjadi agen dan mitra koperasi ini,” kata Bu Drajat salah satu korban yang memberikan keterangan konferensi pers di Kantor DPD PSI.Senin ( 24/10/2022 ).
Ia menjelaskan, kemitraan yang ditawarkan adalah budidaya lebah yang akan menghasilkan madu, dengan membeli 1 kotak/box seharga 500 ribu.Dijelaskan pula, bahwa kotak tersebut berisi koloni lebah kemudian di budidayakan selama tiga bulan dan akan di beli kembali oleh koperasi sebesar 630 ribu, pada awalnya hasil panen tersebut dibeli oleh koperasi.Ironisnya, pada saat panen koperasi tersebut tidak bertanggung jawab.
Ia menambahkan, bahkan sejak 4 Februari 2021, koperasi tidak mau membelinya dengan alasan bahwa uang dibawa kabur oleh ketua koperasi berinisial CAH. Sebaliknya Wahyudi selaku salah satu pendiri dari Koperasi NMSI, selalu menghindar ketika para korban menanyakan atau hendak menemui.
Sementara Erick Komala,S.H.,M.H. selaku ketua DPD.Pihaknya akan mengawal perkara ini. Pasalnya banyak sekali para korban yang trauma akibat kejadian dugaan penggelapan uang. Tak hanya itu, masih kata Erick.Bahkan dengan kejadian ini ada salah satu korban yang meninggal dunia.
” Perkara ini harus di selesaikan secara professional dan transparan. Kepolisian harus cermat dalam mengembangkan kasus ini kesemua pihak sekalipun ada oknum kepolisian yang terlibat. Hal ini mendukung program Kapolri untuk bersih-bersih Polri,” pungkas Erick Komala.( dji )




