Dorong Budaya Literasi dan Gizi Anak, Sampoerna Academy Surabaya Luncurkan Buku Karya Siswa
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya terus memperkuat budaya literasi anak sejak dini.
Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran buku karya siswa yang mengangkat isu literasi, pemenuhan gizi, hingga pengembangan karakter.
National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Maharsi Palupining Rini, menjelaskan, giat tahunan ini bertujuan memperluas pemaknaan literasi bagi para siswa.
Menurutnya, literasi tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami perbedaan perspektif, menjaga lingkungan, serta menuangkan ide kreatif menjadi karya berdaya guna.
“Kami ingin menyampaikan bahwa pengetahuan yang dimiliki siswa, ketika dituangkan menjadi ide kreatif, akan memberikan nilai manfaat bagi sesama. Peluncuran buku ini menjadi bukti bagaimana pemikiran mereka dapat berdampak positif bagi lingkungan,” kata Palupi dalam acara konferensi pers, Jumat, 11 September 2026.
Palupi menjelaskan, buku-buku yang diluncurkan tahun ini disusun berdasarkan panduan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pameran buku serta parade kostum karakter favorit untuk memotivasi minat baca siswa.

Salah satu karya yang diluncurkan adalah buku berjudul Panen Kekuatan Rahasia tulisan Aireen Angelie Effendy, siswi kelas 8 Sampoerna Academy. Aireen mengemas pesan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur melalui cerita fiksi ilmiah bertema pahlawan super.
“Saya terinspirasi dari pelajaran sains tentang nutrisi dan teman-teman yang kurang suka makan sayur. Lewat cerita ini, saya ingin mengajak teman-teman makan makanan sehat sekaligus mengasah kemampuan berbahasa Indonesia,” kata Aireen.
Ia menambahkan, bahwa buku yang diciptakan tersebut dibuat selama empat minggu di bawah bimbingan guru bahasa Indonesia di sekolah.
Dukungan terhadap penguatan literasi anak juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Sekretaris Dispusip Kota Surabaya, Dra. Novelija, memaparkan, Pemkot Surabaya konsisten melatih anak-anak usia sekolah agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mahir menulis.
“Melalui program pendorong seperti wisata perpustakaan dan Gerakan Membaca dan Menulis 1000 (Gendit Sewu), kami melakukan penjaringan hingga ke tingkat Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Anak-anak diajak membaca, menceritakan kembali, hingga menghasilkan karya tulis sendiri,” ungkap Novelija.
Novelijah berharap, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan fasilitas perpustakaan daerah ini dapat terus melahirkan generasi muda Surabaya yang kritis, kreatif, dan berwawasan luas. (dji)




