ADVETORIAL

Ini Momentum Sebuah Perjalanan PT Terminal Petikemas Surabaya Pada Peringatan ke – 25 Tahun

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Tanggal 29 April 1999 yang merupahkan berdirinya PT Terminal Petikemas Surabaya ( TPS ) anak usaha dari Pelindo Terminal Petikemas, di tahun 2024 ini menjadi sebuah momentum tentang perjalanan ke 25 tahun ini.

Dengan mengusung tema JUARA yang merupahkan makna dari perjalanan PT TPS tersebut,menjadi sebuah Manifesto,baik dari sebuah kisah perjalanan, langkah, maupun tujuan TPS untuk menyongsong kedepan yang lebih baik.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama TPS Wahyu Widodo,bahwa tema JUARA adalah akronim dari Journey to Unleash Adaptability, and Resilient for higher Achievement.Yang mengkisahkan sebuah perjalanan TPS akan terus berlanjut, beradaptasi dalam berbagai situasi dan tantangan,hingga menjadikan TPS tangguh guna pencapaian yang lebih tinggi.

Wahyu menjelaskan,selama 25 tahun perjalanan TPS, banyak milestones atau tonggak sejarah serta tantangan yang ditempuh dan berhasil dihadapi oleh perusahaan, Setiap milestones tersebut telah membawa TPS sampai pada titik saat ini, menjadi salah satu pemeran penting Logistik Nasional dan juga Internasional.

Dia mengungkapkan,saat awal, pengoperasian bersama mitra strategis Pelindo III, yang saat itu Pelindo III pemegang saham mayoritas di Perusahaan, arus petikemas (throughput) yang ditangani TPS sebesar 891.429 TEU’s.

Alhasil,kata Wahyu,di tahun 2004 untuk pertama kalinya TPS berhasil mencapai Throughput di atas 1 juta TEU’s, yakni sebesar 1.078.544 TEU’s, dan terus bertambah hingga saat ini berada di kisaran 1.4 juta TEU’s.

Selain itu,masih kata Wahyu,dengan mngunakan sistem operasional berbasis mainframe bernama SIPMAS yang masih semi manual,namun di tahun 2000 bertransformasi menggunakan TOP O TOP X yang berbasis Windows.

” Selain untuk menguatkan sistem layanan operasional, TPS juga melakukan beberapa pengembangan sistem yang kesemuanya bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat layanan, antara lain dengan mengurangi Port Stay dan Cargo Stay,” kata Wahyu Widodo pada kabaraktuaita.com,Sabtu ( 4/5/2024 ).

Beberapa transformasi bisnis yang dilakukan TPS ,yakni Gate Automation, Behandle Management, Integrasi dengan National Single Window (NSW), layanan kereta api, dan layanan Container Damage Report (CDR) Online, dan Layanan Fumigasi dan Pemeriksaan Kulit Mentah garaman.

Dia menilai,langkah penyelarasan ini sebagai Anak Perusahaan Pelindo Terminal Petikemas, dilakukan sebagai pengembangan berkelanjutan dalam rangka peningkatan layanan melalui standarisasi layanan berbasis planning and control.

Tidak hanya fokus pada layanan Operasional yang menjadi Core perusahaan.Masih kata Wahyu Widodo, TPS juga melakukan penataan sistem pembayaran berbasis Digital Online guna menjamin transparansi dan penerapan GCG di perusahaan.

” Di tahun 2013 TPS melakukan pengembangan sistem pembayaran e-payment yang disebut Fastpay (Fast, Accurate, Secure and Traceable Payment System). Sistem pembayaran e-payment ini dilakukan guna memberikan kemudahan bagi pengguna jasa kepelabuhanan dalam melakukan pembayaran dan pada tanggal 1 Mei 2017, sistem tersebut telah diberlakukan secara penuh,” ujar Wahyu.

Oleh karena itu,imbuh Wahyu,dalam pengembangan layanan Operasional akan kembali dilakukan melalui Clique 247 dan Web Access nya pada tahun 2019.

Tak hanya itu,terang Wahyu,pelanggan TPS dapat melakukan Booking atau Transaksi secara online dimanapun dan kapanpun. TPS juga menyediakan Customer Service yang bekerja selama 24 jam dan 7 hari untuk melayani keluhan Customer jika mengalami kendala pada saat transaksi atau booking.

Kata Wahyu,perkembangan Bisnis tentunya harus berjalan beriringan dengan tanggungjawab sosial Perusahaan. Tanggung jawab tersebut mencakup tiga konsep Utama, yakni Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola Perusahaan).

Dijelaskan Wahyu,untuk konsep lingkungan, beberapa langkah telah dilakukan TPS, untuk mengurangi Emisi Karbon,meliputi pemasangan Panel Surya di beberapa titik di lokasi Perusahaan dilakukan mulai tahun 2012 dan berlanjut hingga 2021.

Sementara elektifikasi peralatan juga dilakukan dimulai tahun 2016 untuk peralatan Container Crane (CC) dan saat ini masih berlangsung proses elektrifikasi untuk Rubber Tyred Gantry (RTG).

Sedangkan penanaman Mangrove,lanjut Wahyu,penanamannya dilakukan di tahun 2010 di area pelabuhan.TPS tidak hanya menyediakan Habitat bagi berbagai Spesies Laut, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan Ekosistem pantai dengan menahan Erosi Tanah, menyediakan lindungan dari badai, serta menyaring polutan dari air laut.

” Saat ini hutan mangrove di area TPS tumbuh subur dan bahkan TPS telah membuat pembibitan mangrove, yang bibitnya dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang memerlukan guna mendukung gerakan penghijauan dan lingkungan,” ujar Wahyu.

” Sedangkan area dalam wilayah kerja yang selama ini tidak produktif, telah dijadikan area hijau dengan dilakukannya penanaman 1000 pohon buah,” imbuhnya.

TPS juga memprioritaskan terhadap peningkatkan kesehatan masyarakat, sebagai wujud konsep sosial penerapan ESG di Perusahaan, terutama dalam penurunan angka stunting di kota Surabaya, juga menjadi fokus TPS.

” Program balita asuh TPS adalah bentuk upaya yang dilakukan untuk menuntaskan angka stunting di Kecamatan Krembangan yang merupakan area ring satu TPS,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, untuk penyediaan sarana dan kemudahan akses untuk mendapatkan air bersih serta sarana MCK menjadi menjadi salah satu bentuk perhatian TPS kepada masyarakat untuk meningkatan kesehatan dan sanitasi.

” Komitmen TPS untuk menciptakan area Pelabuhan yang bersih dari praktek pungli terlihat dari gencarnya kampanye pelabuhan bersih serta penerapan Kebijakan dan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Sejak pendiriannya, TPS teguh dengan komitmen penerapan tata kelola yang kemudian di kuatkan kembali Permen BUMN pada tahun 2020,” ungkapnya.

Pada rangkaian perayaan ulang tahun ke-25 TPS,digelar acara Lomba Menghias Kue Tart diikuti Pekerja Perempuan TPS bersama Bunda dari Balita Asuh TPS.
Dalam kegiatan tersebut, terang Wahyu, digelar penyuluhan dokter spesialis anak sebagai bentuk edukasi bagi para Ibu berkaitan dengan pola makan anak dan kiat menghadapi anak yang sulit makan.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Fun Trekking pada hari Sabtu, 27 April 2024 dengan melibatkan para Stakeholder – Instansi,seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, Bea dan Cukai, Mitra Perbankan serta Mitra Kerja yang sudah mensupport kegiatan Operasional TPS.

Kegiatan tersebut dilakukan di Kebun Raya Purwodadi dengan menanam sebanyak 100 pohon,kegiatan ini bertujuan untuk penghijauan juga untuk mengajak stakerholder TPS untuk bersama-sama lebih peduli pada lingkungan.

Tak ketinggalan,untuk mengungkapkan rasa syukur, ujar Wahyu, digelar permohonan do’a kepada sang Maha Esa,yang kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi bersama para stakeholder, customer dan mitra dalam kegiatan Open House.

Puncak kemeriahan Hari Jadi TPS ini diakhiri dengan acara Pasar Rakyat TPS,Jumat ( 3/5/ 2024 )dengan dikemas dalam nuasa tahun 90’an.

Sementara bagi pekerja yang memiliki loyalitas terbaik dinobatkan sebagai TPS Idol, sebaliknya penghargaan juga diberikan bagi unit kerja yang menang dalam lomba Eco Workplace.

Hentakan musik dan tarian tersebut mencerminkan sebuah keragaman Budaya Nusantara dan Lagu di era 90’ an hingga saat ini, serta display photo perjalanan TPS dari masa ke masa memberi arti sebuah perjalanan cerita yang penuh persaudaraan

” Kami bersukur atas capaian TPS hingga saat ini. dan kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, kepada seluruh TPS Familia, mitra, dan pelanggan TPS. TPS akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” demikian Wahyu Widodo. ( dji ).

Related Articles

Back to top button