Ekbis

Meski Ditengah Pandemi Covid -19, Bank Jatim Catat di Triwulan I Alami Pertumbuhan.

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Meski ditengah pandemi Covid – 19 yang saat ini masih belum berlalu dan berdampak pada kinerja Bank Jatim.Namun dikatakan Pejabat pengganti sementara (Pgs) Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, ada tiga faktor utama yang terdampak pada Virus Corona tersebut, yang pertama adalah Dana Pihak Ketiga DPK, Bank Jatim dananya ada dana pemerintah daerah baik kota maupun provinsi dan beberapa alokasi dana ada yang dialihkan ke penanganan Covid19.

“Otomatis sebagian dana yang sebelumnya untuk project dialihkan untuk bantuan, dampaknya secara tidak langsung terhadap beberapa proyek secara tidak langsung terjadi penundaan karena dananya dialihkan,” katanya pada Diskusi bersama IDX di Waktu Indonesia Berprestasi bertajuk “BJTM Menahan Laju Covid19” di moderator oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur Dewi Sriana R.yang digelar secara Virtual.

Diungkapakan Ferdian, adanya physical distancing selama pandemi tersebut juga mempengaruhi pada layanan Bank Jatim.

“Nasabah kami umumnya kan UMKM, pada saat Kita lakukan proses pelayanan, Kita datang, itu nggak mudah dilakukan. Sehingga ada beberapa hal penting yang Kita lakukan perubahan,” ujarnya
Namun secara kinerja Bank Jatim pada Triwulan I 2020, DPK tumbuh 11,48% atau menjadi kurang lebih Rp. 57, 7 Triliun. Ini lebih tinggi dari industri perbankan nasional di angka 9,45%.

“Untuk Kredit Bank Jatim Rp. 38,4 Triliun atau naik 14,02% yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan perbankan nasional di angka 7,95% dan laba Bank Jatim juga tumbuh, meningkat 8,33% yoy atau Rp. 439 Miliar,” terang Ferdian

Terkait strategi mempertahankan dan meningkatkan kinerja Bank Jatim, Pihaknya menambahkan, dengan adanya POJK 11 tahun 2020 terkait stimulus ekonomi nasional, sangat membantu perbankan di tanah air termasuk Bank Jatim, sehingga bisa melakukan langkah restrukturisasi kredit yang bermanfaat tidak hanya bagi bank melainkan juga bagi nasabah.

“Ada lima langkah utama sebenarnya yang Kita lakukan, pertama adalah penurunan suku bunga, perpanjangan atau perubahan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran pokok atau bunga, penambahan akses pembiayaan ataupun kombinasi dari empat poin tadi. Ini cukup bisa membantu menjaga stabilitas kinerja Bank Jatim di 2020.” jelasnya.

Terlebih dalam menuju era tatanan kehidupan baru,selain kegiatan perbankan sehari-hari, Bank Jatim juga semakin meningkatkan layanan lain dalam rangka mendukung protokol kesehatan selama masa transisi. Layanan tersebut terbagi dalam dua konsep.

Ferdian menambahkan, konsep pertama yang diusung adalah kegiatan perbankan kepada pemerintah daerah. Yakni, Electronic keuangan daerah (E-KD). Yang kedua, adalah konsep layanan yang ditujukan kepada nasabah retail (pelaku UMKM) dan consumer.

Untuk nasabah, lanjutnya, ada dua produk yang dapat diakses. Antara lain, produk funding dan lending. Contohnya, produk E-Multiguna yang dapat diakses nasabah consumer yang ingin mengajukan kredit. “Temen-temen nasabah yang ingin mengajukan kredit, tinggal memasukkan datanya, tinggal foto E-KTP dan lainnya. Dalam hitungan jam sudah cair,” jelasnya.

Sementara itu. Masih kata Ferdian, kinerja Bank Jatim terus tumbuh sejak 2011-2019. Dari 758 titik jaringan di 2011, sekarang ada 1.745 titik.

“Adapun total aset Bank Jatim di 2011 Rp. 24,8 Triliun, saat ini sudah mencapai Rp. 76.7 Triliun di 2019. Kredit juga demikian, naik dari Rp. 16 Triliun di 2011 menjadi Rp. 38,3 Triliun di 2019. DPK dari Rp. 21,1 Triliun menjadi Rp. 60,5 Triliun di 2019,” tutup Ferdian. ( Dji )

Related Articles

Back to top button